WASHINGTON, Kalimantanlive.com – Presiden Donald Trump mengumumkan penundaan kunjungannya ke China setidaknya satu bulan akibat konflik yang sedang berlangsung dengan Iran. Pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping awalnya dijadwalkan berlangsung pada 31 Maret–2 April 2026.
“Saya ingin sekali pergi ke China, tetapi karena perang, saya harus berada di sini. Jadi kami minta kunjungan itu ditunda sekitar satu bulan,” ujar Trump, Senin (16/3). Ia menambahkan bahwa hubungan AS-China tetap baik dan ia menantikan pertemuan tersebut.
BACA JUGA: Kawasan Teluk Makin Tegang! Trump Ancam Iran Jika Ranjau Benar-benar Dipasang di Selat Hormuz
Sebelumnya, juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menyampaikan bahwa kunjungan tersebut bisa dijadwal ulang karena Trump harus fokus pada operasi militer AS dan Israel melawan Iran, yang dinamai Epic Fury.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent juga menegaskan pentingnya keberadaan Trump di Washington untuk mengoordinasikan upaya perang. “Bepergian ke luar negeri pada saat seperti ini mungkin bukan pilihan yang optimal,” ujarnya.
Trump sebelumnya menyatakan kepada Financial Times bahwa kunjungan ke Beijing bisa ditunda jika China tidak membantu AS membuka Selat Hormuz yang diblokade Iran. Selat ini menjadi jalur vital bagi sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.
Presiden AS menekankan pentingnya dukungan negara-negara yang bergantung pada minyak Timur Tengah, termasuk Jepang dan Korea Selatan, untuk mengirim kapal perang dan mengamankan jalur pelayaran penting tersebut.
Dalam pertemuan di Gedung Putih, Trump menyerukan upaya bersama internasional agar Selat Hormuz dapat dibuka secepatnya. Ia mengklaim beberapa negara sudah bersiap membantu, meski tidak menyebut nama negara secara spesifik.
Perang yang memasuki pekan ketiga ini belum menunjukkan tanda-tanda mereda, sehingga prospek kunjungan Trump ke China semakin tidak pasti.









