JAKARTA, Kalimantanlive.com – Produsen mobil mewah asal Jerman, BMW, mencatat pemesanan sebanyak 50.000 unit SUV listrik iX3 hanya enam bulan setelah peluncurannya. Laporan ini disampaikan melalui Carscoop pada Senin (16/3/2026) waktu setempat.
CEO BMW, Oliver Zipse, menyebut bahwa produksi iX3 mengalami peningkatan signifikan di pabrik Debrecen, Hungaria, dan pengiriman unit di Eropa sudah dimulai. “Pesanan untuk iX3 sudah penuh dan akan terus berlanjut hingga tahun ini,” ujar Zipse.
BACA JUGA: BMW M5, Monster 717 Hp Jadi Safety Car MotoGP San Marino! Tampil Garang di Lintasan
BMW mengklaim SUV listrik ini populer tidak hanya di kalangan konsumen pribadi tetapi juga untuk armada. Pabrik Debrecen diketahui mampu memproduksi hingga 150.000 unit per tahun, namun permintaan global memicu rencana ekspansi produksi.
Untuk memenuhi permintaan global, produksi iX3 akan diperluas ke pabrik BMW di Tiongkok dan Meksiko, memperkuat distribusi di Asia dan Amerika, serta mendukung target pertumbuhan penjualan kendaraan listrik BMW.
Unit EV terbaru ini, bernama iX3 50 xDrive, dibekali baterai berkapasitas 108 kWh dan dua motor listrik yang menghasilkan tenaga gabungan 463 hp serta torsi 645 Nm (476 lb-ft). Kendaraan ini memiliki jangkauan berkendara hingga 805 km dan mendukung pengisian cepat hingga 400 kW.
BMW menyiapkan jajaran model iX3 dengan versi berbeda. Seri iX3 50 xDrive berada di posisi menengah, sedangkan versi 40 dan 40 xDrive menggunakan paket baterai lebih kecil dan dibanderol dengan harga lebih terjangkau.
Di posisi tertinggi, BMW kemungkinan akan meluncurkan model M60. Model ini diperkirakan mampu menghasilkan tenaga lebih dari 600 hp dengan mesin yang ditingkatkan, menargetkan konsumen yang mencari performa maksimal.
Popularitas iX3 juga didukung oleh fokus BMW pada desain premium dan teknologi canggih, termasuk sistem infotainment terbaru, bantuan pengemudi, dan integrasi ekosistem kendaraan listrik.







