PALANGKA RAYA, Kalimantanlive.com – Jelang tibanya Hari Raya Idul Fitri 1447 hijriah, harga kebutuhan pokok di Pasar Tradisional Palangka Raya alami kenaikan.
Salah satu yang mengalami kenaikkan yakni harga ayam potong yang dijual di Pasar Tradisional Palangka Raya diatas harga eceran tertinggi yang ditetapkan.
Pantauan di pasar harga ayam potong dijual antara kisaran Rp42 ribu hingga Rp43 ribu perkilogramnya, sehingga mendapat atensi dari instansi terkait.
Kenaikkan harga ayam potong tersebut juga mulai membuat gelisah ibu rumah tangga yang ada di kota cantik Palangka Raya, karena bisa saja harganya terus naik hingga lebaran.
Beberapa ibu rumah tangga mengaku membeli banyak untuk stok Hari Lebaran. “Terpaksa membeli lebih banyak takut kehabisan dan harga akan naik terus,” ujar Sumiati, warga Jalan Rajawali Palangka Raya, Selasa (18/3/2026).
Sementara itu, Pemerintah Kota Palangka Raya telah menyiapkan langkah antisipasi menekan kenaikan harga ayam potong di pasaran tersebut.
Plt Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian (DPKUKMP) Kota Palangka Raya, Samsul Rizal, mengakui adanya kenaikkan harga ayam potong tersebut.
Dikatakan dia, menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah memang terjadi kenaikkan harga ayam potong dari harga eceran tertinggi yang telah ditetapkan.
“Memang benar terjadi kenaikkan dengan kisarannya Rp42 ribu hingga Rp43 ribu perkilogram bahkan ada yang sampai Rp45 ribu perkilogramnya, sedangkan HET Rp40 ribu perkilogramnya, tapi sudah diantisipasi,” ujarnya.
Dikatakan dia, pihaknya bersama tim Satgas Pangan melakukan pengecekan di pasar serta mendatangi distributor untuk melihat langsung ketersediaan bahan pokok tersebut.
“Harga ayam potong di pasar mencapai Rp45 ribu, tapi selisihnya akan kami bantu supaya pedagang tetap bisa menjual kepada masyarakat di harga Rp40 ribu per kilogram,” jelasnya.







