Wali Kota Banjarmasin Buka Musyawarah Seni dan Ngaji Puisi Ke-6

Yamin juga mendorong agar buku-buku tentang kebudayaan daerah diperbanyak dan diperkenalkan sejak usia sekolah dasar.

“Anak-anak kita sejak SD harus mengenal budaya Banjar melalui buku dan karya seni. Dari situ mereka akan belajar mencintai dan melestarikan kebudayaan yang kita miliki,” katanya.

Baca juga : Pemko Banjarmasin Terima Rp 150 Miliar Lewat Program LSDP

Dalam kesempatan yang sama, Yamin mengaitkan gerakan seni dengan kesadaran lingkungan.

Dia menilai komunitas seni dapat menjadi motor perubahan perilaku masyarakat, khususnya dalam pengelolaan sampah rumah tangga.

Menurutnya, persoalan sampah saat ini tidak hanya menjadi masalah kota-kota besar, tetapi telah menjadi isu nasional yang membutuhkan partisipasi masyarakat.

“Kita harus mulai memilah sampah dari rumah. Sampah organik bisa diolah menjadi pupuk atau maggot, sementara sampah plastik harus dikurangi sejak dari sumbernya. Ini yang harus terus kita gaungkan di Banjarmasin,” tegasnya.

Secara jangka panjang, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin juga menyiapkan gagasan pemanfaatan teknologi pengolahan sampah menjadi energi melalui konsep Waste-to-Energy.