RIYADH, KALIMANTANLIVE.COM – Pemerintah Arab Saudi resmi menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Keputusan ini diumumkan setelah hilal Syawal tidak terlihat pada Rabu malam, sehingga bulan Ramadan digenapkan menjadi 30 hari.
Penetapan tersebut disampaikan oleh Mahkamah Agung Arab Saudi yang menyatakan bahwa umat Islam di negara tersebut akan menyelesaikan puasa selama satu bulan penuh sebelum merayakan Lebaran.
#baca juga:Jelang Idul Fitri 1447 H, Pemkab Tanah Bumbu Pastikan Stok Pangan Aman dan Harga Tetap Terkendali
#baca juga:Jelang Idul Fitri 1447 H, Satgas Pangan Polda Kalsel Sidak Bapokting di Swalayan Ini
#baca juga:Pastikan Harga Stabil, Pemkab Balangan Pantau Harga Bahan Pokok Jelang Idul Fitri
Tak hanya Arab Saudi, sejumlah negara di kawasan Timur Tengah juga dipastikan merayakan Idul Fitri pada hari yang sama. Negara-negara tersebut antara lain Uni Emirat Arab, Bahrain, Qatar, Kuwait, Turkiye, Irak, Yaman, Lebanon, dan Palestina.
Tradisi Lebaran: Permintaan Manisan Meledak
Menjelang Idul Fitri, suasana di berbagai kota di Arab Saudi semakin semarak. Warga berbondong-bondong memadati pusat perbelanjaan untuk membeli berbagai kebutuhan Lebaran, terutama makanan manis seperti permen dan cokelat.
Di kawasan bersejarah Al Balad, lonjakan pengunjung terlihat signifikan. Area ini menjadi salah satu pusat belanja favorit selama Ramadan hingga menjelang Idul Fitri, menawarkan beragam pilihan manisan tradisional hingga produk modern.
Tradisi menyajikan makanan manis, kacang-kacangan, serta kopi dan teh Arab menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan. Setiap rumah biasanya menyambut tamu dengan hidangan khas sebagai simbol kebersamaan dan sukacita setelah sebulan berpuasa.
Penjualan Cokelat Naik Drastis
Di Jeddah, para pelaku usaha mengaku mengalami lonjakan penjualan signifikan dalam beberapa hari terakhir Ramadan. Salah satunya disampaikan oleh Abdulaziz Farhan, manajer penjualan sebuah toko cokelat di Jalan Tahlia.
Ia mengungkapkan bahwa pesanan kue dan cokelat meningkat tajam sejak pertengahan Ramadan, bahkan penjualan di sejumlah cabang naik hingga 25 persen. Permintaan datang tidak hanya dari individu, tetapi juga perusahaan dan hotel.
Hal serupa juga diungkapkan pedagang lokal, yang menyebutkan penjualan bisa meningkat hingga dua kali lipat menjelang Idul Fitri, terutama dalam 10 hari terakhir Ramadan.
Menariknya, cokelat premium asal Swiss dan Belgia tetap menjadi favorit, meski dibanderol dengan harga tinggi. Produk-produk ini bersaing dengan manisan tradisional khas Hijaz yang juga diminati masyarakat.







