JAKARTA, Kalimantanlive.com — Pemerintah Jerman tengah mempertimbangkan kemungkinan untuk ikut serta dalam misi pengamanan jalur pelayaran di kawasan Teluk Persia, khususnya di Selat Hormuz.
Menteri Dalam Negeri Jerman, Alexander Dobrindt, menyatakan bahwa negaranya berpotensi terlibat dalam operasi pembersihan ranjau setelah konflik di kawasan tersebut mereda.
BACA JUGA: Kawasan Teluk Makin Tegang! Trump Ancam Iran Jika Ranjau Benar-benar Dipasang di Selat Hormuz
Ia menjelaskan bahwa keterlibatan tersebut bisa berupa misi teknis seperti pembersihan ranjau laut atau operasi serupa yang bertujuan menjaga keamanan jalur pelayaran internasional.
Namun demikian, Dobrindt menegaskan bahwa Jerman tidak terlibat dalam konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah. Pernyataan ini sejalan dengan sikap Kanselir Friedrich Merz yang menyebut konflik tersebut bukan bagian dari perang Jerman.
Pemerintah Jerman juga menegaskan bahwa mereka tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan sebelum konflik terjadi dan memilih untuk tetap berada di luar keterlibatan langsung.
Selain isu keamanan, Dobrindt turut menyinggung potensi dampak konflik terhadap arus migrasi. Ia menyebut hingga saat ini belum terlihat adanya lonjakan signifikan migran dari Iran.
Sementara itu, Presiden Donald Trump sebelumnya menyerukan kepada sejumlah negara besar untuk mengirim kapal perang ke kawasan Selat Hormuz guna menjaga stabilitas dan keamanan navigasi.
Seruan tersebut ditujukan kepada beberapa negara, termasuk China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris, mengingat pentingnya jalur tersebut bagi perdagangan global, terutama distribusi energi.







