Polisi vs TNI Ungkap Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Publik Bingung Identitasnya Kok Berbeda!

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus memasuki babak baru. Polda Metro Jaya dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) sama-sama mengumumkan pelaku, namun identitas yang diungkap diduga berbeda, memicu sorotan luas publik.

Versi Polisi: Empat Pelaku, Dua Eksekutor Diburu

#baca juga:Prabowo Murka! Kapolri Diminta Usut Tuntas Teror Air Keras ke Aktivis KontraS

#baca juga:FAKTA-FAKTA TEROR AIR KERAS Hantam Aktivis KontraS Andrie Yunus, Diserang Usai Isi Podcast

#baca juga:VIRAL! Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast, Sosoknya Pernah Geruduk Rapat RUU TNI di Hotel Mewah

#baca juga:Kurangi Angka Kematian Ibu dan Anak di Kotabaru, Dinas Pemberdayaan Perempuan Tekankan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Iman Imanuddin, menyebut total ada empat pelaku yang terlibat dalam aksi tersebut.

Dua orang diduga sebagai eksekutor berinisial BHC dan MAK, yang saat ini masih dalam pengejaran. Berdasarkan rekaman CCTV, para pelaku beraksi menggunakan dua sepeda motor.

Polisi juga menampilkan wajah para pelaku dari rekaman kamera pengawas dan menegaskan bahwa gambar tersebut asli tanpa rekayasa.

Dari hasil penyelidikan, diketahui korban telah dibuntuti sejak keluar dari kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia di kawasan Menteng.

Menariknya, polisi mengungkap dua pelaku diduga turut terkena cairan air keras saat beraksi, terlihat dari rekaman CCTV ketika mereka berhenti untuk membersihkan tubuh menggunakan air.

Versi TNI: Empat Prajurit Jadi Tersangka

Di waktu hampir bersamaan, pihak TNI melalui Yusri Nuryanto mengumumkan bahwa empat pelaku merupakan prajurit aktif.

Mereka berinisial:

Kapten NDP

Lettu SL

Lettu BHW

Serda ES