China Kecam Serangan Israel ke Iran, Konflik Timur Tengah Kian Memanas

BEIJING, Kalimantanlive.com — Pemerintah China menyampaikan kecaman keras terhadap tindakan Israel yang disebut telah menewaskan sejumlah pemimpin Iran, serta menyebabkan jatuhnya korban sipil di tengah konflik yang terus meningkat di kawasan Timur Tengah.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, dalam konferensi pers di Beijing. Ia menegaskan bahwa tindakan pembunuhan terhadap pejabat tinggi dan serangan terhadap warga sipil tidak dapat diterima.

BACA JUGA: Trump Tunda Kunjungan ke China, Fokus Perang AS-Israel Lawan Iran

Kecaman ini muncul setelah tewasnya Ali Larijani, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, dalam serangan yang terjadi pada 17 Maret 2026. Dalam insiden tersebut, putranya, Morteza Larijani, serta pejabat keamanan Alireza Bayat juga dilaporkan turut menjadi korban.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan bahwa pihaknya bertanggung jawab atas serangan tersebut sebagai bagian dari operasi militer yang sedang berlangsung terhadap Iran.

Di sisi lain, kelompok Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) juga mengonfirmasi kematian Gholamreza Soleimani, komandan pasukan Basij, dalam serangan gabungan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.

China menilai eskalasi konflik ini semakin memperburuk situasi regional yang sudah tegang. Komunitas internasional pun disebut semakin gencar menyerukan gencatan senjata dan penghentian permusuhan.

Sebagai langkah diplomatik, utusan khusus China untuk Timur Tengah, Zhai Jun, tengah melakukan kunjungan ke sejumlah negara di kawasan guna mendorong deeskalasi dan membuka jalur dialog.

Dalam kunjungan tersebut, Zhai Jun bertemu dengan pejabat tinggi dari berbagai negara Teluk dan organisasi regional seperti Gulf Cooperation Council dan Arab League untuk membahas upaya meredakan ketegangan.