PBB Peringatkan Konflik Iran Berpotensi Tak Terkendali, Ancam Stabilitas Dunia

JAKARTA, Kalimantanlive.com — Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres, memperingatkan bahwa konflik yang melibatkan Iran berpotensi lepas kendali dan menimbulkan dampak luas bagi dunia.

Dalam pernyataannya di sela pertemuan pemimpin Uni Eropa, Guterres mendesak Israel dan Amerika Serikat untuk segera menghentikan operasi militer terhadap Iran.

BACA JUGA: PBB Sebut 100 Ribu Warga Lebanon Mengungsi Akibat Serangan Israel

Ia menekankan bahwa eskalasi konflik tidak hanya akan memperburuk kondisi kemanusiaan, tetapi juga berisiko mengganggu stabilitas ekonomi global.

Guterres menegaskan pentingnya mengedepankan hukum internasional dan jalur diplomasi dalam menyelesaikan konflik, daripada mengandalkan kekuatan militer.

Selain itu, ia juga meminta Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz yang saat ini terdampak konflik dan menjadi jalur vital perdagangan energi dunia.

Menurutnya, penutupan jalur tersebut dapat menyebabkan penderitaan luas, terutama bagi negara-negara yang bergantung pada pasokan energi dari kawasan Teluk.

Guterres juga mendesak Iran untuk menghentikan serangan balasan terhadap negara-negara tetangga, yang dinilai tidak terlibat langsung dalam konflik yang sedang berlangsung.

Ketegangan ini bermula sejak 28 Februari 2026, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk di ibu kota Teheran.

Serangan tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur serta korban sipil, yang kemudian dibalas Iran dengan serangan ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah.

Eskalasi konflik turut berdampak pada terganggunya aktivitas di Selat Hormuz, jalur utama distribusi minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk ke pasar global.

Situasi ini berimbas langsung pada produksi dan ekspor energi dunia, sehingga meningkatkan kekhawatiran akan krisis ekonomi global.

Sementara itu, Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menyatakan bahwa penutupan Selat Hormuz merupakan bagian dari strategi tekanan terhadap Amerika Serikat dan Israel.

Dengan kondisi yang semakin memanas, komunitas internasional kini menghadapi tantangan besar untuk mencegah konflik berkembang menjadi krisis global yang lebih luas.

Sumber: Antaranews.com