Dijelaskannya, perbedaan pelaksanaan waktu puasa hingga salat Id antara Muhammadiyah dengan pemerintah, tidak perlu dipermasalahkan karena hanya berbeda metode dan cara perhitungan kalender 1 Ramadan dan 1 Syawal.
“Saya yakin di tempat ini tidak hanya warga Muhammadiyah, simpatisan pun ada yang ikut, ya sangat bersyukur. Kepada saudara kita yang merayakan besok itu, mudah-mudahan semua ini akan tetap terjalin ukhuwah islamiyah di antara sesama Muslim,” jelasnya.
Yuzan juga berharap, hari kemenangan atau Hari Raya Idulfitri setelah menjalani puasa sebulan penuh dapat menjadi amal ibadah yang diterima Allah SWT.
“Mudah-mudahan amal ibadah kita di bulan Ramadan diterima, kesalahan diampuni oleh Allah dan kebersamaan kita selaku warga masyarakat Muslim dan warga Tabalong pada khususnya lebih mendapat keberkahan,” harapnya.
Terakhir, dirinya juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada petugas pengamanan dari kepolisian ataupun TNI yang membantu menjaga keamanan pada tiga lokasi pelaksanaan salat Idulfitri.
Kalimantanlive.com/ A Hidayat







