Ia menjelaskan, keputusan itu diambil bukan semata karena sorotan nasional, melainkan sebagai respons atas aspirasi masyarakat yang berkembang luas di daerah.
“Pertama, dengan mendengarkan banyaknya aspirasi daripada masyarakat, menimbang, melihat situasi dan kondisi. Kami sudah mengembalikan kendaraan Pemprov Kaltim yang seyogyanya akan kita pergunakan untuk kegiatan pembangunan,” katanya.
Rudy juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah aktif memberikan kritik dan masukan terhadap kebijakan pemerintah daerah.
“Terima kasih banyak kepada seluruh masyarakat Kaltim untuk mengingatkan semuanya. Kami sangat mendengarkan seluruh kritik dan saran, dan kami sangat menerima itu,” paparnya.
Lebih lanjut, pria kelahiran 1 Juni 1980 ini memastikan bahwa pengembalian kendaraan dinas bukan hanya sekadar langkah simbolik. Anggaran yang sebelumnya dialokasikan untuk pengadaan kendaraan akan dialihkan ke sektor yang lebih menyentuh kebutuhan masyarakat.
Mulai dari pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan pendidikan, kesehatan, hingga kegiatan sosial menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
“Mudah-mudahan lebih bisa bermanfaat untuk kegiatan pembangunan yang sifatnya standar pelayanan minimum, mulai dari pendidikan, kesehatan, infrastruktur, termasuk juga kegiatan sosial lainnya,” jelasnya.
Saat ini, dalam menjalankan aktivitas kedinasan, Rudy mengaku menggunakan kendaraan yang tersedia maupun kendaraan pribadi, termasuk saat turun langsung ke lapangan. Ia bahkan menyebut kerap mengemudi sendiri agar dapat melihat langsung kondisi riil di masyarakat.
“Saya bawa kendaraan sendiri agar bisa melihat langsung situasi dan kondisi di lapangan, apa yang harus kita benahi,” tuturnya.







