“Pelangi di Mars”: Kisah Heroik Astronot Indonesia Menyelamatkan Bumi Lewat Film Fiksi Ilmiah

JAKARTA, Kalimantanlive.com – Film animasi fiksi ilmiah berjudul Pelangi di Mars hadir sebagai salah satu karya sinema terbaru Indonesia yang mengangkat kisah heroik penuh imajinasi dan nilai kemanusiaan. Film ini disutradarai oleh Upie Guava dan diproduksi oleh Mahakarya Pictures di Indonesia.

Berlatar masa depan, film ini mengambil latar tahun 2082, ketika Bumi digambarkan mengalami krisis besar akibat pencemaran air yang membuat kehidupan manusia tidak lagi layak. Kisah ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga lingkungan sejak dini.

BACA JUGA: 6 Film Lebaran 2026 Tayang Hari Ini, dari Horor hingga Drama Keluarga Wajib Ditonton

Di tengah kondisi tersebut, seorang astronot perempuan Indonesia bernama Pratiwi dikirim dalam misi ke planet Mars. Ia diperankan oleh Lutesha, sementara suaminya diperankan oleh Rio Dewanto dalam film tersebut.

Misi Pratiwi di Mars adalah mencari mineral bernama zeolite omega, yang diyakini mampu menyaring dan membersihkan air di Bumi. Jika berhasil, manusia dapat kembali hidup layak di planet asalnya.

Namun, perjalanan Pratiwi tidak berjalan mudah. Ia harus menghadapi medan Mars yang ekstrem, hingga akhirnya ia tertinggal sendirian setelah tim peneliti lain meninggalkan planet tersebut tanpa sepengetahuannya.

Di tengah kesendirian tersebut, Pratiwi mengalami keajaiban dengan kehamilan yang tidak terduga. Ia kemudian melahirkan seorang anak perempuan bernama Pelangi, yang menjadi simbol harapan baru bagi kehidupan di Mars.

Kisah berlanjut hingga tahun 2139, saat Pelangi yang diperankan oleh Messi Gusti tumbuh besar. Ia bersama ibunya dan robot pendamping bernama Batik (disuarakan oleh Bimoky) terus melanjutkan pencarian zeolite omega di permukaan Mars.

Dalam perjalanannya, mereka menghadapi berbagai ancaman, termasuk robot-robot asing seperti Nerotek yang berusaha mengambil alih penelitian mineral tersebut. Mereka juga bertemu dengan robot dari berbagai negara yang menambah dinamika petualangan.