BANJARMASIN, Kalimantanlive.com — Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman, bersama sang istri, Ellyana Trisya, menggelar silaturahmi Idul Fitri 1447 Hijriah di kediaman pribadi mereka di Jalan Kampung Melayu Darat, Kota Banjarmasin. Kegiatan ini berlangsung pada hari kedua Lebaran, Minggu (22/03/2026), dalam suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan.
Acara silaturahmi tersebut menjadi momen penting bagi para pejabat daerah dan masyarakat untuk saling bermaafan serta mempererat hubungan pasca bulan suci Ramadan. Sejak pagi hari, tamu mulai berdatangan ke kediaman Wakil Gubernur.
BACA JUGA: Hangatnya Silaturahmi Idul Fitri 1447 H di Kediaman Wagub Kalsel Hasnuryadi Sulaiman
Tamu pertama yang hadir adalah Bupati Tabalong, Muhammad Noor Rifani, yang datang bersama istrinya, Desi Suriyanti. Kehadiran mereka disambut langsung oleh Hasnuryadi Sulaiman dan istri dengan penuh keakraban.
Selanjutnya, turut hadir Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Kotabaru, Minggu Basuki. Tidak lama kemudian, Walikota Banjarmasin, Muhammad Yamin, juga hadir bersama istrinya, Neli Listriani, menambah semarak suasana silaturahmi.
Selain para kepala daerah, acara ini juga dihadiri oleh sejumlah politisi dari Partai Golkar wilayah Kalimantan Selatan. Kehadiran mereka menunjukkan kuatnya jalinan komunikasi antara pemerintah daerah dan unsur politik.
Silaturahmi ini turut diramaikan oleh kelompok pengajian Majelis Taklim Nur Sulaiman serta anggota Nur Sulaiman Community. Para pengurus dan anggota Yayasan Jantung Sehat Provinsi Kalimantan Selatan juga tampak hadir bersama warga sekitar.
Beberapa tokoh daerah juga terlihat berkunjung, di antaranya mantan Bupati Tanah Bumbu, Defriadi Drajat, serta mantan Wakil Walikota Banjarmasin, Ariffin Noor, yang hadir bersama keluarga. Anggota DPRD Kalimantan Selatan, Hj Syarifah Rugayah, juga turut meramaikan acara tersebut.
Sehari sebelumnya, Sabtu malam (21/03/2026), di lokasi yang sama telah digelar silaturahmi Idul Fitri hari pertama. Acara tersebut dihadiri oleh habaib, ulama, pejabat Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, forkopimda, hingga para pemain PS Barito Putera bersama keluarga mereka.







