Harga Minyak Dunia Tembus Level Psikologis 100 Dolar AS, Dampak Konflik AS-Iran Makin Parah

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Harga minyak mentah dunia kembali melonjak tajam hingga menembus level psikologis 100 dolar AS per barel, dipicu ketidakpastian konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Minyak mentah Brent tercatat naik 4,55 persen ke posisi 104,49 dolar AS per barel. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) menguat 4,79 persen ke level 92,35 dolar AS per barel.

# Baca Juga :PERANG TIMTENG! Harga Emas Dunia Tersungkur, Suku Bunga Tinggi & Geopolitik Jadi Biang Kerok

# Baca Juga :UPDATE Teror Air Keras Aktivis KontraS! Prabowo Tegas: Pelaku Hingga Otak Intelektual Harus Dibongkar

# Baca Juga :GONCANG BURSA TRANSFER! Barcelona Kunci Araujo dari Kejaran Liverpool, Nasib Christensen di Ujung Tanduk

# Baca Juga :Ukir Sejarah Emas Sebelum Tinggalkan Liverpool! Mohamed Salah Lampaui Wayne Rooney

Presiden AS, Donald Trump, menyatakan bahwa peluang berakhirnya konflik masih terbuka. Dalam pernyataannya saat pelantikan Markwayne Mullin sebagai Menteri Keamanan Dalam Negeri, Trump mengklaim Iran telah “sepenuhnya dikalahkan” dan menyebut adanya negosiasi dengan para pemimpin Iran.

Namun, pemerintah Iran membantah klaim tersebut dan menegaskan tidak ada komunikasi langsung dengan Washington. Teheran menilai pernyataan itu sebagai upaya memengaruhi harga energi dan pasar saham global.

Selat Hormuz Jadi Kunci Krisis

Ketegangan geopolitik ini memicu gejolak besar di pasar energi. Serangan yang melibatkan AS dan Israel terhadap Iran dibalas dengan langkah Teheran yang memblokir Selat Hormuz—jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair dunia setiap hari.

Dampaknya, harga minyak sempat melonjak hingga 113 dolar AS per barel sebelum bergerak fluktuatif.

CEO Shell plc, Wael Sawan, bahkan memperingatkan potensi kekurangan pasokan energi di Eropa mulai bulan depan.

Ia menyebut dampak krisis energi telah menyebar dari Asia Selatan ke Asia Tenggara dan Asia Timur, dan diperkirakan akan semakin terasa di Eropa pada April.

Pasar Global Berfluktuasi

Harga minyak sempat terkoreksi setelah Trump menunda serangan terhadap infrastruktur energi Iran selama lima hari menyusul pembicaraan yang disebut konstruktif. Namun, keraguan terhadap hasil negosiasi kembali mendorong harga naik ke atas 103 dolar AS per barel.

Di pasar saham global, pergerakan indeks cenderung bervariasi. Indeks S&P 500 turun 0,37 persen ke level 6.556,37.

Sementara itu, indeks FTSE 100 di London naik 0,72 persen, DAX melemah tipis, dan CAC 40 menguat 0,23 persen.

Berbeda dengan pasar Barat, bursa saham Asia justru mencatat penguatan. Indeks Nikkei 225 naik 1,4 persen, sementara Hang Seng Index dan KOSPI masing-masing melonjak lebih dari 2,7 persen.