TEHERAN, Kalimantanlive.com – Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menyatakan akan menyerang pasukan Israel di Jalur Gaza jika serangan ke Lebanon terus berlanjut, Selasa (24/3/2026).
Dalam pernyataannya, IRGC menegaskan bahwa tindakan militer tersebut akan dilakukan sebagai respons atas serangan yang dinilai menyasar warga sipil di Lebanon dan wilayah Palestina.
BACA JUGA: Iran Tegas Bantah Negosiasi dengan AS, Tuduh Trump Coba Redakan Gejolak Pasar
IRGC menyebut bahwa konsentrasi pasukan Israel di wilayah utara Palestina dan Gaza berpotensi menjadi target serangan rudal dan drone jika situasi tidak mereda.
Pernyataan tersebut disampaikan melalui kantor berita Fars dan mencerminkan meningkatnya eskalasi konflik di kawasan.
Ketegangan antara Israel dan Hezbollah diketahui kembali meningkat sejak awal Maret, ketika kelompok tersebut meluncurkan roket ke wilayah Israel.
Sebagai balasan, Israel melancarkan serangan besar-besaran ke Lebanon, termasuk wilayah selatan, Lembah Beqaa, serta kawasan pinggiran ibu kota Beirut.
Pada 16 Maret 2026, militer Israel juga mengumumkan dimulainya operasi darat di wilayah Lebanon selatan sebagai bagian dari eskalasi konflik.
Situasi ini semakin memperumit kondisi keamanan regional yang sebelumnya sempat mereda melalui kesepakatan gencatan senjata pada November 2024.
Namun, kesepakatan tersebut dilaporkan tidak berjalan efektif, dengan masing-masing pihak saling menuding adanya pelanggaran.
Pemerintah Lebanon pun berulang kali melaporkan adanya pelanggaran yang dilakukan oleh Israel, sehingga memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah.
Sumber: Antaranews.com







