Iran Buka Selat Hormuz dengan Syarat Ketat, Kapal AS–Israel Tetap Diblokir! Harga Energi Terancam Bergejolak

TEHERAN, KALIMANTANLIVE.COM – Situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali memanas. Pemerintah Iran resmi mengajukan skema baru terkait akses pelayaran di Selat Hormuz, jalur vital distribusi energi dunia.

Dalam pernyataan yang disampaikan kepada International Maritime Organization (IMO), Iran menyatakan kapal-kapal yang dikategorikan sebagai “non-hostile” atau tidak bermusuhan tetap diizinkan melintas. Namun, izin tersebut tidak diberikan secara bebas.

# Baca Juga :Iran Ancam Serang Pasukan Israel di Gaza Jika Operasi Militer di Lebanon Terus Berlanjut

# Baca Juga :Iran Tegas Bantah Negosiasi dengan AS, Tuduh Trump Coba Redakan Gejolak Pasar

# Baca Juga :Malam Takbiran di Bati-Bati Tetap Kondusif, Polisi Amankan Perayaan hingga Pagi

# Baca Juga :TEGANG! Iran Buka Terbatas Selat Hormuz, Nasib Dua Kapal Pertamina Jadi Sorotan Dunia

Akses Dibuka, Tapi Bersyarat Ketat

Melalui nota resmi yang dilaporkan AFP, Iran menegaskan bahwa kapal yang ingin melintasi Selat Hormuz wajib memenuhi sejumlah ketentuan penting. Di antaranya mematuhi aturan keselamatan dan keamanan pelayaran, serta melakukan koordinasi dengan otoritas terkait.

Iran menekankan bahwa hanya kapal yang tidak terlibat atau mendukung tindakan agresi terhadap negaranya yang berhak mendapatkan jalur aman.

Dokumen tersebut telah diedarkan oleh IMO kepada seluruh negara anggota dan organisasi terkait atas permintaan langsung dari Teheran.

AS dan Israel Dilarang Keras

Di sisi lain, Iran mengambil sikap tegas terhadap pihak yang dianggap sebagai agresor. Negara tersebut secara eksplisit menutup akses lintasan damai bagi Amerika Serikat dan Israel.

Teheran menyatakan seluruh aset kapal dan peralatan milik kedua pihak tersebut tidak memenuhi syarat untuk melintasi jalur strategis tersebut. Iran juga menuding AS dan Israel sebagai pihak yang bertanggung jawab atas meningkatnya ketegangan dan risiko keamanan di kawasan.

Dampak Global: Jalur Energi Dunia Terancam

Ketegangan ini berakar dari konflik yang memuncak sejak 28 Februari lalu, ketika Iran menutup Selat Hormuz menyusul serangan yang melibatkan AS dan Israel.

Penutupan jalur ini langsung memicu kekhawatiran global. Selat Hormuz selama ini dikenal sebagai salah satu jalur distribusi minyak dan gas terpenting di dunia. Gangguan di kawasan ini berpotensi mendorong lonjakan harga energi secara signifikan dan mengganggu stabilitas ekonomi global.