KALIMANTANLIVE.COM – Bek sayap Arsenal FC, Riccardo Calafiori, mengusung ambisi besar untuk mengakhiri penantian panjang tim nasional Timnas Italia kembali tampil di ajang Piala Dunia FIFA 2026.
Turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko itu menjadi target utama Gli Azzurri untuk bangkit dari keterpurukan panjang.
# Baca Juga :BURSA TRANSFER MEMANAS! AC Milan Tancap Gas Gaet Striker Muda, Santiago Castro Jadi Rebutan Klub Inggris
# Baca Juga :Mohamed Salah Tinggalkan Liverpool, Ini Deretan Rekor Gila Sang Raja Mesir di Anfield
# Baca Juga :PANIK DI DUBAI! Drone Dekati Burj Khalifa, Harga Properti Anjlok Hingga Diskon 15 Persen
# Baca Juga :Iran Buka Selat Hormuz dengan Syarat Ketat, Kapal AS–Israel Tetap Diblokir! Harga Energi Terancam Bergejolak
Bagi Calafiori, laga play-off bukan sekadar pertandingan, melainkan misi penting untuk menebus kegagalan masa lalu. Italia terakhir kali tampil di Piala Dunia pada edisi 2014 di Brasil, sebelum kemudian absen pada dua edisi berikutnya, 2018 dan 2022.
Kini, tekanan besar kembali menghantui. Jika gagal lagi, Italia akan mencatat sejarah kelam dengan tiga kali absen beruntun dari turnamen paling bergengsi di dunia tersebut.
Menghadapi semifinal play-off Jalur A melawan Timnas Irlandia Utara di Stadion Gewiss, Calafiori mengaku antusias sekaligus menyadari beratnya tanggung jawab yang diemban.
Ia menegaskan bahwa tampil di Piala Dunia adalah mimpi masa kecilnya, sehingga laga ini menjadi momen krusial yang tidak ingin disia-siakan.
Waspadai Ancaman Bola Mati
Calafiori juga mengingatkan rekan-rekannya untuk mewaspadai kekuatan lawan, terutama dalam situasi bola mati.
Menurutnya, tim seperti Irlandia Utara yang dihuni banyak pemain dari liga Britania memiliki karakter permainan fisik, umpan panjang, dan duel udara yang kuat.
Ia menekankan pentingnya fokus penuh sepanjang pertandingan, termasuk dalam mengantisipasi bola kedua yang kerap menjadi penentu dalam laga-laga ketat.







