Analis Commerzbank menilai penurunan harga emas saat ini berpotensi menjadi reaksi berlebihan, mengingat sebelumnya logam mulia tersebut sempat melonjak tajam pada awal tahun.
Dalam catatannya, mereka menyebut pergerakan harga emas saat ini seperti bandul yang berayun dari satu ekstrem ke ekstrem lain.
Secara keseluruhan, harga emas spot kini telah terkoreksi lebih dari 21 persen dari puncaknya pada 29 Januari 2026 di level 5.594,82 dolar AS per ons. Bahkan, sejak konflik antara AS-Israel dan Iran pecah pada 28 Februari 2026, harga emas telah melemah hampir 17 persen.
Untuk logam mulia lainnya, harga perak justru menguat 0,4 persen ke level 69,43 dolar AS per ons. Platinum naik 1 persen menjadi 1.900,13 dolar AS per ons, sementara palladium turun 2,1 persen ke posisi 1.403,75 dolar AS per ons.
(kalimantanlive.com/sumber lainnya)
editor : TRI







