KALIMANTANLIVE.COM – Pelatih Timnas Brasil, Carlo Ancelotti, akhirnya angkat bicara terkait keputusan mengejutkan mencoret Neymar dari skuad jelang laga uji coba melawan Timnas Perancis.
Pertandingan Brasil vs Perancis dijadwalkan berlangsung di Stadion Gillette pada Jumat, 27 Maret 2026 pukul 03.00 WIB.
#baca juga:Jadwal Playoff Piala Dunia 2026 Zona Eropa Dimulai, Italia vs Irlandia Utara Jadi Duel Penentu!
#baca juga:Riccardo Calafiori Usung Ambisi Bawa Italia Lolos ke Piala Dunia 2026
#baca juga:DIRAGUKAN DUNIA! Buffon Akui Italia Diselimuti Skeptisisme Jelang Misi Lolos Piala Dunia 2026
Ancelotti Pilih Redam Polemik
Dalam konferensi pers, Ancelotti tidak ingin memperpanjang polemik soal absennya Neymar. Ia menegaskan bahwa dalam sepak bola, perbedaan pendapat adalah hal yang wajar.
“Saya mengamati semuanya. Itu hal yang normal, dalam sepak bola semua orang punya opini,” ujar Ancelotti.
Keputusan ini juga berlaku untuk laga berikutnya melawan Kroasia, yang membuat publik semakin penasaran dengan kondisi terbaru sang bintang.
Fokus pada Keseimbangan Tim
Ancelotti mengisyaratkan bahwa absennya Neymar berkaitan dengan kebutuhan menjaga keseimbangan tim, baik dari segi performa maupun kondisi fisik pemain.
Ia menegaskan bahwa Brasil tidak ingin bergantung pada satu individu, melainkan membangun kekuatan kolektif.
Dalam laga kontra Perancis, Brasil disebut akan menerapkan skema menyerang dengan empat pemain depan, namun tetap memperhatikan keseimbangan permainan.
“Perancis adalah tim dengan kualitas dan kecepatan tinggi. Kami harus bermain seimbang,” tegasnya.
Laga Uji Coba Jadi Tolok Ukur
Menurut Ancelotti, duel melawan Perancis menjadi ujian penting bagi Brasil menjelang turnamen besar seperti Piala Dunia.
Ia ingin melihat karakter dan kualitas tim saat menghadapi salah satu kandidat kuat juara dunia.
Dukungan untuk Neymar Terus Mengalir
Meski dicoret, Neymar tetap mendapat dukungan dari rekan setimnya, Vinicius Junior.
Vinicius menyebut tekanan terhadap Neymar sebagai hal yang biasa, mengingat statusnya sebagai pemain besar.
“Dia adalah salah satu idola saya. Dia melakukan segalanya untuk kembali 100 persen,” ujarnya.







