JAKARTA, Kalimantanlive.com — Amerika Serikat (AS) dikabarkan mengajukan proposal perdamaian 15 poin kepada Iran untuk meredakan ketegangan yang belakangan meningkat di Timur Tengah. Usulan ini ditujukan untuk mengurangi risiko konflik terbuka dan membuka jalur diplomasi baru.
Menurut laporan The New York Times yang mengutip dua pejabat AS, proposal tersebut disampaikan melalui Pakistan sebagai perantara. Dokumen itu mencakup sejumlah langkah strategis terkait program nuklir dan rudal balistik Iran, serta isu keamanan maritim di Selat Hormuz.
BACA JUGA: Pesawat Tanker Militer Amerika Serikat Jatuh di Irak, Enam Awak Dilaporkan Tewas
Proposal 15 poin ini diharapkan dapat menjadi dasar dialog lebih luas antara Washington dan Teheran, meski sejauh ini belum ada kepastian kapan Iran akan merespons tawaran tersebut.
Selain itu, posisi Israel terhadap proposal ini masih belum diketahui. Meski merupakan negara yang sangat terdampak oleh ketegangan regional, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Tel Aviv terkait tawaran perdamaian ini.
Marsekal Lapangan Pakistan, Syed Asim Munir, tercatat sebagai tokoh kunci yang memfasilitasi komunikasi tidak langsung antara AS dan Iran. Pakistan juga menawarkan diri untuk menjadi tuan rumah perundingan tatap muka jika kedua pihak setuju.
Langkah ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump menunda serangan terhadap beberapa fasilitas energi Iran selama lima hari. Penundaan itu dikatakan dilakukan untuk memberi ruang pada pembicaraan diplomatik yang disebutnya produktif.
Sumber di Teheran membantah adanya negosiasi langsung dengan AS, namun mengonfirmasi bahwa komunikasi tidak langsung telah dibuka melalui beberapa negara sahabat. Pendekatan ini disebut sebagai upaya untuk menjaga jalur diplomasi tetap terbuka tanpa eskalasi militer.
Para analis menilai bahwa peran Pakistan sebagai perantara sangat strategis. Selain posisi geografis yang dekat dengan Iran, Pakistan dianggap memiliki hubungan diplomatik yang relatif netral dengan kedua belah pihak, sehingga dapat menampung dialog awal dengan risiko minimal.







