Sementara itu, komunitas internasional, termasuk PBB, terus mengamati perkembangan ini dengan harapan agar konflik di kawasan dapat diminimalkan. Proposal 15 poin ini dinilai sebagai langkah pertama menuju diplomasi multilateral yang lebih inklusif.
Hingga saat ini, belum ada indikasi yang jelas mengenai bagaimana Iran akan menanggapi tawaran AS. Meski demikian, keberadaan jalur diplomasi tidak langsung memberikan peluang untuk menahan eskalasi lebih lanjut dan membuka ruang bagi dialog perdamaian jangka panjang.
Sumber: Fajarharapan.id









