El Nino “Godzilla” Mengancam RI, Kemenkes Keluarkan Peringatan Serius soal Dampak Kesehatan!

KALIMANTANLIVE.COM – Indonesia bersiap menghadapi fenomena ekstrem El Nino dengan intensitas kuat yang dijuluki “Godzilla”. Prediksi ini disampaikan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional, yang menyebut dampaknya bisa memicu kemarau panjang dan kondisi kering ekstrem di berbagai wilayah.

Fenomena ini terjadi akibat pemanasan suhu permukaan laut di Samudera Pasifik ekuator, yang berimbas pada perubahan pola cuaca global, termasuk di Indonesia.

# Baca Juga :BPBD Balangan Prediksi Musim Kemarau Mulai April atau Mei, Antisipasi Karhutla Disiapkan

# Baca Juga :ALERT IKLIM 2026! BMKG Prediksi Musim Kemarau Datang Lebih Cepat, Lebih Kering, dan Lebih Panjang

# Baca Juga :BMKG: 63% Wilayah Indonesia Masuki Musim Kemarau, Papua Barat Daya Berpotensi Banjir

# Baca Juga :Heboh! Narasi Kemarau Basah Berakhir Agustus 2025, BMKG Bongkar Fakta Sebenarnya

Kemenkes Siaga, Surat Edaran Segera Terbit

Menanggapi potensi ancaman tersebut, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Aji Muhawarman, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

Kemenkes juga tengah menyiapkan surat edaran nasional sebagai panduan kesiapsiagaan sektor kesehatan dalam menghadapi dampak musim kemarau ekstrem.

Panduan ini akan ditujukan kepada:

Dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota
Rumah sakit dan fasilitas kesehatan
Balai kekarantinaan kesehatan
Laboratorium kesehatan
Puskesmas di seluruh Indonesia
Ancaman Nyata: Polusi Udara hingga Penyakit Menular

Kemenkes mengungkap sejumlah dampak serius yang berpotensi terjadi akibat kemarau panjang:

1. Polusi Udara Meningkat Drastis
Minimnya hujan menyebabkan proses “pembersihan alami” udara berkurang. Kondisi udara stagnan, suhu tinggi, dan angin lemah membuat polutan bertahan lebih lama di udara.

2. Risiko Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla)
Wilayah rawan diperkirakan akan mengalami peningkatan kebakaran hutan dan lahan yang memicu kabut asap berbahaya bagi kesehatan.

3. Lonjakan Penyakit Tular Vektor
Penyakit seperti Demam Berdarah Dengue dan malaria berpotensi meningkat akibat perubahan iklim ekstrem.

4. Krisis Air Bersih dan Penyakit Lingkungan
Kekeringan dapat menurunkan kualitas air dan sanitasi, meningkatkan risiko penyakit seperti diare, tifoid, kolera, hingga leptospirosis.

Warga Diminta Tidak Lengah

Kondisi ini menjadi alarm serius bagi masyarakat, terutama di wilayah Indonesia bagian barat dan selatan yang diprediksi paling terdampak.