“Tahun ini (2026), total belanja kita Rp899,4 miliar yang secara porsi belanja pegawai di angka 29 persen dari total pagu Rp2,6 triliun untuk belanjanya dan total APBD lebih dari itu,” katanya.
Dijelaskannya, penambahan CASN 2026 untuk mengisi posisi ASN yang akan memasuki masa pensiun tidak akan mempengaruhi keuangan daerah.
“Tetapi kalau lebih dari itu, kemungkinan kita akan jebol di atas 30 persen (untuk anggaran belanja pegawai),” jelas Husin.
Sementara itu, Bupati Tabalong, H Muhammad Noor Rifani meminta dalam penerimaan CASN 2026 ini berdasarkan kebutuhan riil dalam rangka mendukung tujuh program prioritas.
“Jadi harus berdasarkan tujuh program prioritas dan kebutuhan riil. Kami melihat kebutuhan riil kita adalah tenaga teknis baik pelayanan dasar, keuangan, dan perpajakan, jadi ini yang harus diperkuat,” mintanya.
Sosok yang akrab disapa H Fani ini pun berharap penerimaan CASN 2026 ini bisa mencari sosok yang siap langsung bekerja sesuai dengan kemampuan, keterampilan, dan menjadi tenaga yang andal.
“Saya kira ini yang harus kita bicarakan dari semuanya, sehingga kami harapkan hasil dari rencana formasi ASN mencerminkan teamwork yang solid, profesional, dan yang bisa diandalkan,” harapnya.
Kalimantanlive.com/ A Hidayat







