Tim rescue bergerak menggunakan unit Rescue Car menuju lokasi kejadian yang berjarak sekitar 28,5 kilometer dari kantor pusat.
Operasi pencarian ini melibatkan kolaborasi berbagai unsur SAR, di antaranya Polairud Polda Kalsel, Rescue 911 Banjarmasin, Water Rescue Banjarmasin, serta dibantu oleh masyarakat setempat.
Baca juga : Geger Pria Tenggelam di Alalak Selatan Banjarmasin, Ditemukan Sudah Tak Bernyawa
Berbagai peralatan canggih turut dikerahkan guna mempercepat proses deteksi korban di bawah air, termasuk penggunaan Aqua Eye, perahu karet (rubber boat), alat selam, serta peralatan water rescue lainnya.
SAR Mission Coordinator (SMC) Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin selaku SAR Mission Coordinator (SMC), I Putu Sudayana, membenarkan proses pencarian tersebut.
“Kami telah menerima laporan mengenai kondisi membahayakan manusia di mana dua orang dilaporkan menceburkan diri ke Sungai Martapura setelah terlibat perselisihan. Saat ini, tim rescue kami sudah meluncur ke lokasi dengan membawa peralatan lengkap, termasuk Aqua Eye untuk memindai keberadaan objek di bawah permukaan air,” ujar I Putu Sudayana.
Dia menambahkan bahwa meskipun cuaca dilaporkan berawan dan belum ada kendala signifikan, tim tetap harus waspada terhadap arus sungai dan kondisi jarak pandang yang terbatas pada malam hari.







