KALIMANTANLIVE.COM – Banyak orang mengeluhkan nyeri di bagian tengkuk setelah momen Lebaran. Kondisi ini sering langsung dikaitkan dengan kolesterol tinggi, apalagi setelah mengonsumsi makanan berlemak seperti opor, rendang, hingga kue khas Lebaran.
Namun, faktanya tidak sesederhana itu. Nyeri tengkuk justru lebih sering disebabkan oleh kebiasaan sehari-hari yang sering dianggap sepele.
# Baca Juga :Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan di Rp 2,85 Juta per Gram, Investor Wajib Pantau Pergerakan!
# Baca Juga :Ancelotti Bicara Blak-blakan, Neymar Dicoret dari Timnas Brasil Jelang Laga Panas vs Perancis!
# Baca Juga :El Nino “Godzilla” Mengancam RI, Kemenkes Keluarkan Peringatan Serius soal Dampak Kesehatan!
# Baca Juga :HEBOH! Trailer Harry Potter Rilis, Snape Versi Baru Picu Perang Pendapat di Medsos!
Bukan Kolesterol, Ini Penyebab Utama Nyeri Tengkuk
Dalam banyak kasus, nyeri tengkuk lebih berkaitan dengan ketegangan otot leher, bukan kolesterol tinggi.
Beberapa pemicu yang paling umum:
Terlalu lama menunduk saat bermain ponsel
Duduk membungkuk dalam waktu lama
Kurang peregangan saat bekerja
Kelelahan setelah perjalanan mudik
Kondisi ini membuat otot leher bekerja ekstra hingga terasa kaku, pegal, bahkan nyeri.
Menurut National Health Service, nyeri leher umumnya dipicu oleh postur tubuh yang buruk atau posisi yang tidak nyaman dalam waktu lama.
Peran Kolesterol, Tapi Bukan Penyebab Langsung
Perlu dipahami, kolesterol tinggi tidak langsung menyebabkan nyeri tengkuk. Kondisi ini lebih berkaitan dengan penumpukan lemak di pembuluh darah atau aterosklerosis.
Dalam jangka panjang, gangguan ini bisa memicu gejala seperti:
Nyeri dada
Sesak napas
Mudah lelah
Hal ini juga dijelaskan oleh American Heart Association, yang menyebut nyeri leher bukan gejala utama kolesterol tinggi.
Kebiasaan Sepele yang Jadi Biang Kerok
Tanpa disadari, rutinitas harian bisa jadi pemicu utama:
Menunduk terlalu lama (main HP/laptop)
Duduk tanpa jeda dalam waktu lama
Kurang tidur saat Lebaran
Stres berlebihan







