Lebih lanjut, Bahlil menyampaikan bahwa pemerintah, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, terus menjaga stabilitas pasokan energi nasional di tengah dinamika global, termasuk dampak konflik di Timur Tengah terhadap distribusi energi dunia.
Ia juga menekankan bahwa Indonesia mulai mengurangi ketergantungan impor, khususnya untuk solar, yang disebutnya kini tidak lagi diimpor. Sementara untuk bensin, sekitar 50 persen masih berasal dari impor, namun pemerintah terus mencari alternatif pasokan, termasuk sumber minyak mentah (crude).
“Harus saya yakinkan kepada rakyat Indonesia bahwa pasokan energi kita aman. Tidak perlu panik,” tegasnya.
Di sisi lain, Bahlil mengajak masyarakat untuk turut berperan dalam menjaga ketahanan energi dengan menggunakan energi secara bijak. Ia mengingatkan agar penggunaan LPG tidak boros serta BBM di SPBU dimanfaatkan sesuai peruntukannya.
“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Kita butuh dukungan masyarakat agar penggunaan energi lebih efisien dan tepat sasaran,” tandasnya.
Sumber: Kementerian ESDM
Kalimantanlive.com/Ilham







