Pemkab Kotabaru Gelar Pra Musrenbang PPPS Tahun 2026

Berdasarkan data survei kesehatan indonesia, prevalensi stunting di Kabupaten Kotabaru menujukkan fluktuasi yang perlu menjadi perhatian serius. Tahun 2021 sebesar 21,8 persen, meningkat pada tahun 2022 menjadi 31,6 persen kemudian menurun pada tahun 2023 menjadi 20,1 persen, namun kembali naik pada tahun 2024 menjadi 23,2 persen.

“Data ini menujukkan bahwa upaya kita selama ini sudah memberikan hasil, namun masih belum konsisten dan memerlukan penguatan yang lebih terarah, terintegrasi, dan berkelanjutan,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, Syairi berharap berbagai permasalahan dan kendala yang dihadapi di tingkat kecamatan dan desa dapat diidentifikasi, sehingga dapat dirumuskan solusi yang komprehensif dan dapat dijalankan secara bersama-sama.

“Saya berharap melalui forum ini, kita dapat menghasilkan rumusan program prioritas yang benar-benar menyentuh akar permasalahan, berbasis data, serta dapat diimpelementasikan secera efektif ditingkat desa dan kecamatan,” pintanya.

Mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat komitmen dan kerja sama dalam upaya percepatan penurunan stunting di daerah.

Akhir acara dilanjutkan penandatanganan berita acara oleh Wakil Bupati Kotabaru, Wakil Ketua I TP PKK Kotabaru, Kepala Bapperida Kotabaru, perwakilan Camat.

Penandatanganan sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung percepatan penurunan stunting di Kabupaten Kotabaru.

Kalimantanlive.com/Ger