Leonard memaparkan sejumlah target makro pembangunan Provinsi Kalteng 2027, di antaranya pertumbuhan ekonomi 5,1 persen, tingkat kemiskinan terbuka 3,79 persen, rasio gini 0,281, serta indeks modal manusia 0,565. Pemerintah provinsi juga menyusun proyeksi kinerja untuk 14 kabupaten/kota dengan tiga skenario: optimistis, moderat, dan pesimistis.
Ia menekankan agar kabupaten dan kota menyesuaikan arah kebijakan pembangunan dengan skenario tersebut sehingga tercipta sinergi dalam pencapaian target pembangunan daerah dan nasional.
BACA JUGA: Bapperida Kalteng Perkuat Perencanaan Pembangunan untuk Wujudkan Kalteng Makin BERKAH
Leonard juga mengingatkan pentingnya memperhatikan ketentuan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 terkait hubungan keuangan antara pusat dan daerah, khususnya komposisi belanja pegawai maksimal 30 persen dan belanja infrastruktur pelayanan publik minimal 40 persen.
Turut hadir dalam kegiatan Musrenbang Kotim, Bupati dan Wakil Bupati Kotim, Ketua TP PKK, Ketua dan Anggota DPRD, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, kepala perangkat daerah, camat, perwakilan instansi vertikal, tokoh masyarakat, serta sejumlah undangan lainnya.
Leonard menutup arahannya dengan menegaskan bahwa strategi dapat disesuaikan, tetapi tujuan tetap sama: mewujudkan kesejahteraan masyarakat menuju Kalteng Berkah dan Kalteng Maju.
Sumber: Prokalteng.co










