SEMARANG, Kalimantanlive.com — Optimalisasi pemanfaatan aset daerah menjadi strategi utama dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sebagaimana mengemuka dalam kunjungan kerja Panitia Khusus (Pansus) I DPRD Provinsi Kalimantan Selatan ke Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Tengah.
Kunjungan ini dilakukan dalam rangka pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang perubahan atas Perda Nomor 1 Tahun 2024 mengenai Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkaya referensi kebijakan melalui studi komparasi dengan daerah yang dinilai berhasil meningkatkan PAD.
BACA JUGA: Aturan Baru Kemenhub Dinilai Memberatkan Pengusaha Kapal, IKASUDA Sampaikan Aspirasi ke DPRD Kalsel
Ketua Pansus I DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, menyampaikan bahwa pertemuan tersebut berlangsung produktif dan memberikan banyak masukan strategis dari pihak Jawa Tengah.
Menurutnya, salah satu poin penting yang dapat diadopsi adalah pemanfaatan aset daerah secara optimal, terutama aset berupa tanah dan bangunan yang memiliki nilai ekonomi tinggi jika dikelola secara tepat.
Ia menjelaskan bahwa di Kalimantan Selatan masih banyak aset daerah yang belum dimanfaatkan secara maksimal, termasuk fasilitas pendidikan seperti SMA dan SMK yang tersebar di berbagai kabupaten/kota.
Pemanfaatan aset tersebut, lanjutnya, dapat dilakukan dengan cara menyewakan fasilitas untuk berbagai kegiatan masyarakat, seperti acara pernikahan maupun kegiatan sosial lainnya, yang berpotensi menghasilkan pendapatan tambahan bagi daerah.
“Potensinya cukup besar, karena nilai sewanya bisa mencapai jutaan hingga puluhan juta rupiah,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa jika pengelolaan aset dilakukan secara rutin dan profesional, maka dampaknya terhadap peningkatan PAD akan sangat signifikan, mengingat luasnya sebaran aset di wilayah Kalimantan Selatan, termasuk di kawasan strategis.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa kebijakan terkait pajak daerah tetap harus mempertimbangkan kondisi sosial ekonomi masyarakat agar tidak menimbulkan beban yang berlebihan.







