Dia berharap ada ruang sinergi yang luas antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, perbankan, instansi vertikal, hingga media massa.
”Saya berharap ada ruang kolaborasi. Kita perlu dukungan semua pihak, mulai dari perusahaan melalui program pengelolaan sampah hingga para agregator. Tanpa dukungan semua pihak, Banjarmasin tidak akan pernah keluar dari kondisi darurat sampah,” tegasnya.
Tezar juga mengisyaratkan akan adanya peningkatan program lama serta inovasi program baru yang menyentuh langsung ke lapisan masyarakat.
Terkait instruksi khusus dari Wali Kota Muhammad Yamin HR, Tezar membeberkan beberapa poin strategis yang menjadi prioritasnya, di antaranya pengembangan underground refuse system, waste to energy, hingga program Refuse Derived Fuel (RDF).
”Intinya adalah pengelolaan sampah. Insya Allah, ke depannya kita targetkan tidak akan lagi membuang sampah mentah ke TPA. Yang dibuang ke TPA hanya residunya saja. Namun, ini memang memerlukan waktu dan dukungan penuh dari semua elemen masyarakat,” pungkasnya.
Kalimantanlive.com
Frans







