JAKARTA, Kalimantanlive.com – Toyota bersiap menghadirkan SUV listrik bergaya coupe terbarunya, Toyota C-HR+, di pasar Eropa mulai bulan ini. Mobil ini dibangun di atas platform eTNGA khusus Toyota dan menawarkan berbagai pilihan bagi konsumen yang mencari kendaraan ramah lingkungan dengan performa tinggi.
C-HR+ hadir dalam tiga varian, yakni Mid, Mid+, dan High, dengan dua ukuran baterai berbeda: 57,7 kWh untuk jangkauan standar dan 77 kWh untuk versi dengan jarak tempuh lebih jauh. Versi baterai terbesar dapat menempuh hingga 607 km dalam satu kali pengisian daya, menjadikannya SUV listrik Toyota dengan jangkauan terjauh.
BACA JUGA: Mahindra Dikecam, SUV Batman Edisi Terbatas Ternyata Diproduksi Massal
Untuk penggerak semua roda (all-wheel drive/AWD), mobil ini mampu berakselerasi dari 0 hingga 100 km/jam dalam 5,2 detik, menjanjikan pengalaman berkendara yang responsif dan bertenaga.
Semua varian C-HR+ dilengkapi dengan kemampuan pengisian cepat 150 kW, memungkinkan baterai terisi dari 10 persen hingga 80 persen hanya dalam sekitar 28 menit. Varian High juga memiliki pengisi daya internal 22 kW untuk pengisian penuh lebih cepat, selesai dalam waktu sedikit lebih dari dua jam.
Desain eksterior C-HR+ menonjolkan tampilan depan “kepala palu” dengan lampu LED tipis. Panjang mobil mencapai 4.530 mm, atau 170 mm lebih panjang dibanding C-HR standar, sementara jarak antar roda diperlebar untuk menciptakan kabin lebih luas.
Ruang interior dirancang nyaman dengan jarak antara kursi depan dan belakang mencapai 900 mm, sehingga penumpang belakang tidak terasa sempit. Kabin juga dilengkapi layar sentuh 14 inci untuk navigasi dan hiburan, serta layar pengemudi 7 inci di belakang kemudi.
Toyota juga menekankan keberlanjutan pada interior, dengan sarung jok yang dibuat dari botol plastik daur ulang, sekaligus menghadirkan desain modern yang ramah lingkungan.
Bagasi SUV ini memiliki kapasitas 416 liter, cukup untuk keperluan harian maupun perjalanan panjang. Dari sisi keselamatan, Toyota menyematkan sistem Toyota T-Mate, yang memanfaatkan kamera dan sensor untuk memantau potensi bahaya di sekitar kendaraan.










