BANJARMASIN, Kalimantanlive.com — Masjid Al-Jihad Banjarmasin berubah menjadi lautan semangat dakwah dan pemberdayaan perempuan, saat ribuan anggota Aisyiyah dari seluruh penjuru Kalimantan Selatan memadati ruang utama hingga halaman masjid dalam Gerakan Perempuan Mengaji ke-10, Ahad (29/3/2026) pagi.
Di balik gelombang antusiasme ini, ada cerita haru yang menggetarkan hati: puluhan peserta rela menempuh perjalanan 5–6 jam menggunakan feri, melintasi sungai dan kabut pagi, demi mendengarkan tausiah dan memperkuat ukhuwah.
“Total peserta hampir mencapai 1.500 orang. Ini bukti kuatnya konsolidasi Aisyiyah di seluruh wilayah Kalsel,” ujar Ketua Umum PP Aisyiyah, Dr. apt. Salmah Orbayinah, M.Kes di hadapan ribuan peserta yang duduk rapi, raut wajah mereka penuh haru dan kebanggaan.
BACA JUGA: Ketua Umum Aisyiyah Ingatkan Ancaman Global, Minta Kader Solid dan Terapkan Hidup Efisien
Mengusung tema “Perempuan Mengaji, Perempuan Menginspirasi: Meneguhkan Nilai Ilahiyah dalam Gerakan Sosial”, kegiatan ini menjadi momentum bersejarah. Salmah menegaskan bahwa Milad Aisyiyah tahun ini harus dimaknai sebagai penguatan dakwah berbasis hukum dan perdamaian.

Satu kabar besar pun diluncurkan: Pembentukan Pos Bantuan Hukum (Posbakum) di tingkat wilayah untuk melindungi perempuan, lansia, dan penyandang disabilitas.
“Penekanan kita tahun ini adalah menghadirkan layanan berbasis hukum untuk mewujudkan perdamaian,” tegas Salmah didampingi Ketua PWA Kalsel, Yulia Qamariyanti.
Ia juga mengingatkan bahwa gerakan Aisyiyah harus dilandasi nilai Ilahiyah—iman, takwa, dan kepedulian—yang diwujudkan dalam tujuh karakter dan sepuluh komitmen perempuan berkemajuan.
“Apa yang kita lakukan harus berlandaskan spiritualitas. Aisyiyah tidak hanya hadir dengan jumlah besar, tapi juga berperan aktif menyelesaikan persoalan bangsa melalui amal usaha di pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga politik,” tambahnya.







