Suasana makin hangat ketika Hj. Sumiatun, MA—atas nama Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Banjarmasin selaku tuan rumah—menyampaikan sambutan penuh keharuan.
“Puji syukur ke hadirat Allah SWT, kita semua dalam keadaan sehat sehingga bisa berhadir bersama dalam safari dakwah Gerakan Perempuan Mengaji yang ke-10. Alhamdulillah Kota Banjarmasin menjadi tuan rumah,” ujarnya mengawali.
Dengan suara bergetar, ia menyebut satu per satu nama tokoh yang hadir: Ketua Umum PP Aisyiyah, jajaran PWA, PWM Kalsel, perwakilan PKK, BKUW, GOW, Muslimat NU, Wanita Islam, CORs Muballighot, Dewan Masjid Indonesia, hingga seluruh pimpinan daerah, cabang, dan ranting se-Kalsel.

“Kehadiran bapak-ibu sekalian bukan hanya menjadi kegembiraan bagi kami, tapi juga sebuah kehormatan yang menunjukkan adanya energi kebersamaan untuk memperkuat gerakan perempuan yang mencerahkan,” tuturnya.
Momen ini terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan suasana Idul Fitri, bulan yang sarat kesucian, keikhlasan, dan penguatan ukhuwah.
“Maka izinkanlah kami mengucapkan mohon maaf lahir dan batin. Taqaballallahu minna wa minkum. Semoga puasa dan amal ibadah kita diterima Allah SWT, dan kebersamaan ini menjadi bagian dari ikhtiar merawat fitrah melalui pengajian dan gerakan sosial,” ucap Sumiatun, disambut takbir dan gemuruh doa dari ribuan peserta.
Sementara itu, Ketua PWA Kalsel, Yulia Qamariyanti, menekankan pentingnya soliditas kader hingga tingkat ranting.

Panitia Gerakan Perempuan Mengaji ke-10 Aisiyah Kalsel foto bersama dengan Wakil Wali Kota Banjarmasin Hj Ananda di sela-sela kegiatan. (foto: Humas PDA).“Semua harus mengikuti arahan pimpinan. Apa yang sudah menjadi pedoman dan diprogramkan, wajib dijalankan sampai ke tingkat bawah,” tegasnya.
Ia menyebut kegiatan ini sebagai program lima tahunan sekaligus ruang berbagi praktik baik dari berbagai amal usaha di masing-masing daerah. Namun yang paling membanggakan, menurut Yulia, adalah nilai keikhlasan.
“Bahkan peserta rela menanggung konsumsi sendiri sebagai bentuk kesukarelaan. Keikhlasan itu yang utama,” katanya penuh haru.
Acara turut dihadiri sejumlah tokoh penting: Ketua PWM Kalsel Prof Dr H Ridha Hani Fidzi, Wakil Wali Kota Banjarmasin Hj. Ananda, serta Ketua DMDI Kalsel H. Ibnu Sina beserta istri Hj. Siti Wasilah.
Salmah pun mengajak seluruh elemen Aisyiyah di Indonesia untuk terus bersinergi dengan pemerintah dan memberikan masukan konstruktif dalam menyelesaikan persoalan bangsa.
Kalimantanlive.com/Ani
Editor:elpian







