Selain itu, ia juga mendorong tumbuhnya budaya literasi dan diskusi di kalangan kader, termasuk penguatan riset dan kajian kebijakan daerah sebagai dasar dalam memberikan rekomendasi yang konstruktif.
Tak hanya itu, peningkatan kapasitas kader di berbagai bidang seperti literasi digital, advokasi kebijakan publik, serta pengabdian masyarakat juga menjadi fokus kepemimpinannya.
“Ke depan, kami ingin PMII Balangan menjadi organisasi yang kuat dalam kaderisasi, aktif dalam gagasan, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah,” pungkasnya.
Kalimantanlive.com/Kamil







