Gerakan Perempuan Mengaji di Kalsel, Aisyiyah Teguhkan Dakwah dan Layanan Hukum

BANJARMASIN, Kalimantanlive.com – Semangat dakwah dan pemberdayaan perempuan menggema dalam kegiatan Gerakan Perempuan Mengaji yang digelar Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Kalimantan Selatan di Masjid Al-Jihad Banjarmasin, Minggu (29/3/2026) pagi.

Suasana berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan, dengan kedatanagan Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah, Dr. apt. Salmah Orbayinah, M.Kes yang menyampaikan tausiah dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan yang mengusung tema “Perempuan Mengaji, Perempuan Menginspirasi: Meneguhkan Nilai Ilahiyah dalam Gerakan Sosial” ini diikuti oleh seluruh jajaran pengurus dan anggota Aisyiyah dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan.

Turut hadir juga Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalsel Prof. Dr. H. Ridha Hani Fidzi, Wakil Wali Kota Banjarmasin Hj. Ananda, Ketua Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Kalsel H. Ibnu Sina beserta istri Hj. Siti Wasilah, serta sejumlah tokoh masyarakat dan undangan lainnya.

BACA JUGA:
13 Cabang Aisyiyah Banjarmasin Bersatu dalam Mengaji Keliling, Canangkan Hidup Sehat ala CERDIK

BACA JUGA:
Sajikan Kebahagiaan di Bulan Suci, Lazismu Kalsel dan CIMB Niaga Syariah Buka Puasa Bersama Para Lansia Aisyiyah Banjarmasin

Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah menegaskan bahwa momentum Milad Aisyiyah harus dimaknai sebagai penguatan gerakan dakwah yang berorientasi pada perdamaian serta layanan berbasis hukum.

Ia menekankan pentingnya pembentukan Pos Bantuan Hukum (Posbakum) di tingkat wilayah untuk memberikan perlindungan bagi perempuan, lansia, dan penyandang disabilitas.

“Penekanan kita tahun ini adalah menghadirkan layanan berbasis hukum untuk mewujudkan perdamaian,” ujarnya didampingi Ketua PWA Kalimantan Selatan, Yulia Qamariyanti kepada awak media.

Ia juga mengapresiasi tingginya antusiasme peserta yang hadir. Bahkan ada peserta rela menempuh perjalanan panjang hingga lima sampai enam jam menggunakan feri demi mengikuti kegiatan tersebut.

“Total peserta hampir mencapai 1.500 orang. Ini menjadi bukti kuatnya konsolidasi Aisyiyah di seluruh wilayah Kalsel,” katanya.

Lebih lanjut, Salmah menegaskan bahwa gerakan Aisyiyah tidak hanya sebatas aktivitas sosial, tetapi harus dilandasi nilai-nilai Ilahiyah seperti iman, takwa, dan kepedulian terhadap sesama.

“Apa yang kita lakukan harus berlandaskan spiritualitas, nilai iman dan takwa, yang terwujud dalam tujuh karakter dan sepuluh komitmen perempuan berkemajuan,” jelasnya.