“Masalah sampah ini tidak mungkin ditangani sendiri. Harus melibatkan semua, baik SKPD, pemerintah desa, hingga masyarakat,” katanya.
Ia juga menyebutkan, pihaknya tengah menyusun dokumen strategi KIE sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pengelolaan sampah.
“Kami akan menyusun strategi komunikasi, informasi, dan edukasi agar masyarakat memahami cara pengelolaan sampah yang benar,” jelasnya.
Terkait sarana prasarana, DLH HST juga terus berupaya meningkatkan kapasitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Saat ini, kondisi TPA yang ada sudah mendekati kapasitas maksimal, sehingga pemerintah daerah mengusulkan pembangunan landfill baru melalui Dinas PUPR.
“TPA itu bukan tempat pembuangan, tetapi tempat pemrosesan akhir agar sampah yang tidak bisa diolah dapat dikembalikan ke alam secara aman,” jelasnya.
Di sisi lain, Kabupaten Hulu Sungai Tengah telah meraih penghargaan Adipura sebanyak delapan kali, dengan capaian terakhir pada tahun 2023.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan pengelolaan sampah di daerah,” tambahnya.
Melalui berbagai strategi tersebut, DLH HST berharap pengelolaan sampah di daerah dapat semakin optimal sekaligus meningkatkan peluang meraih kembali penghargaan Adipura di masa mendatang.
(Kalimantanlive.com/Adit)







