Kebijakan Baru MBG! Hanya 5 Hari Sekolah, Tapi Bisa Hemat Rp40 Triliun per Tahun

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Pemerintah menetapkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa akan diberikan selama lima hari dalam sepekan, mengikuti hari sekolah pada umumnya, yakni Senin hingga Jumat.

Kebijakan ini tidak berlaku sama di seluruh wilayah. Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan program MBG tetap disalurkan pada hari Sabtu khusus untuk daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) yang memiliki tingkat stunting tinggi.

Kepala BGN, Dadan Hidayana, menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan strategi untuk memastikan anak-anak di wilayah rentan tetap mendapatkan asupan gizi yang cukup setiap hari.

# Baca Juga :WADUH! 1.512 Dapur Program MBG Disetop Mendadak, BGN Temukan Masalah Sanitasi hingga Fasilitas Kacau

# Baca Juga :Awal Penyaluran MBG di SDN 2 Hikun Tabalong Direspon Baik, Menu Selama Ramadhan Tuai Keluhan 

# Baca Juga :Viral! Menu MBG di HST Menuai Kritik, Korwil SPPG Janji Tingkatkan Kualitas

# Baca Juga :Rakor MBG, Wabup HST Tegas Larang Telur Jadi Lauk Utama Selama Ramadan

“Pemberian MBG di hari Sabtu untuk daerah dengan risiko stunting tinggi merupakan langkah strategis memastikan anak-anak menerima gizi yang cukup setiap hari,” ujarnya, Senin (30/3/2026).

BGN menekankan pentingnya pendataan yang akurat untuk menentukan wilayah penerima kebijakan khusus tersebut. Dalam hal ini, BGN akan menggunakan data terbaru dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 sebagai acuan utama.

Selain itu, koordinasi dengan dinas pendidikan dan kesehatan daerah juga akan dilakukan guna memastikan program tepat sasaran. Pendataan mencakup jumlah sekolah, jumlah siswa, hingga tingkat prevalensi stunting di masing-masing wilayah.

Wilayah prioritas program ini meliputi kawasan Indonesia Timur, Sumatera, dan Papua yang masih memiliki angka stunting relatif tinggi.

“Integritas data sangat penting karena program ini menyangkut masa depan generasi muda. Kami tidak ingin ada anak yang kekurangan gizi,” tambah Dadan.

Melalui kebijakan ini, pemerintah berharap seluruh siswa, khususnya di daerah 3T, tetap mendapatkan asupan gizi optimal guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan mereka, sekaligus menekan angka stunting secara nasional.

News Feed