Harga Bensin AS Hampir Tembus 4 Dolar AS per Galon, Dampak Konflik dan Pasokan Terganggu

NEW YORK CITY, Kalimantanlive.com — Harga bensin eceran di Amerika Serikat dilaporkan hampir menyentuh angka 4 dolar AS per galon pada akhir Maret 2026, menandai level tertinggi sejak Agustus 2022.

Kenaikan ini dipicu oleh lonjakan harga minyak mentah global serta gangguan pasokan yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi tersebut membuat harga energi di negeri tersebut mengalami tekanan signifikan.

BACA JUGA: Pesawat Tanker Militer Amerika Serikat Jatuh di Irak, Enam Awak Dilaporkan Tewas

Berdasarkan data terbaru, harga rata-rata nasional bensin berada di kisaran 3,98 hingga 4,00 dolar AS per galon. Angka ini meningkat tajam dibandingkan sekitar 2,98 dolar AS per galon pada bulan sebelumnya.

Lonjakan harga tersebut mencerminkan kenaikan lebih dari 34 persen sejak akhir Februari 2026. Data ini dihimpun dari berbagai laporan harga bahan bakar di seluruh wilayah Amerika Serikat.

Informasi tersebut dikumpulkan oleh GasBuddy, yang mengolah jutaan laporan harga dari lebih dari 150.000 stasiun pengisian bahan bakar.

Tak hanya bensin, harga solar juga mengalami kenaikan signifikan. Rata-rata nasional untuk bahan bakar jenis tersebut bahkan telah melampaui angka 5 dolar AS per galon.

Kenaikan harga energi ini tidak lepas dari gangguan pasokan global yang dipicu oleh konflik di kawasan Timur Tengah. Ketegangan geopolitik tersebut berdampak langsung pada distribusi minyak dunia.

Akibatnya, biaya operasional dan distribusi bahan bakar meningkat, yang kemudian diteruskan ke konsumen dalam bentuk harga eceran yang lebih tinggi.