JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Media sosial tengah diramaikan kabar mengejutkan soal harga BBM nonsubsidi, khususnya Pertamax, yang disebut-sebut bakal melonjak hingga Rp17.850 per liter mulai 1 April 2026. Namun, Pertamina langsung memberikan klarifikasi tegas terkait isu tersebut.
Isu Viral: Harga BBM Naik Drastis
#baca juga:Harga BBM Subsidi Dipastikan Aman, Pemerintah Tahan Kenaikan Meski Minyak Dunia Melonjak
#baca juga:DAFTAR Harga BBM Terbaru Pertamina Naik di Awal November 2025, Kalsel Pertalite: Rp 10.000/Liter
#baca juga:Harga BBM Pertamina, Shell, bp, dan Vivo Tetap Stabil di Pekan Ketiga Oktober
Informasi yang beredar di platform X menampilkan potongan dokumen bertanda “Confidential to Kementerian ESDM”. Dalam dokumen tersebut, disebutkan kenaikan harga BBM nonsubsidi dengan angka cukup fantastis, antara lain:
Pertamax: dari Rp12.300 menjadi Rp17.850 per liter
Pertamax Green: dari Rp12.900 menjadi Rp19.150 per liter
Pertamax Turbo: dari Rp13.100 menjadi Rp19.450 per liter
Pertamina Dex: naik menjadi Rp23.950 per liter
Dexlite: naik menjadi Rp23.650 per liter
Kenaikan ini dikaitkan dengan lonjakan harga minyak dunia serta isu geopolitik global yang memengaruhi pasokan energi.
Pertamina Tegas: Informasi Tidak Valid
Menanggapi kabar tersebut, pihak Pertamina menegaskan bahwa informasi yang beredar bukan berasal dari sumber resmi dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada pengumuman resmi terkait perubahan harga BBM per 1 April 2026.
“Informasi proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar tidak dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Pemerintah Masih Menunggu Evaluasi
Sementara itu, pihak Kementerian ESDM juga belum memastikan adanya kenaikan harga BBM nonsubsidi.
Direktur Jenderal Migas, Laode Sulaeman, menyampaikan bahwa keputusan resmi masih menunggu evaluasi per 1 April.







