Mobil Listrik Neta Dijual Rugi Besar-Besaran, Harga Anjlok Jadi Rp150 Jutaan!

KALIMANTANLIVE.COM – Dunia otomotif dibuat heboh setelah mobil listrik dari Neta dijual dengan diskon ekstrem di Thailand. Bahkan, harganya terjun bebas hingga hampir 50 persen, membuat salah satu modelnya kini bisa dibeli hanya sekitar Rp150 jutaan!

Dealer Ngaku Rugi Ratusan Miliar

Kasus ini mencuat setelah seorang perwakilan dealer mengungkap kondisi internal yang memprihatinkan. Dealer tersebut mengaku mengalami kerugian lebih dari 500 juta baht atau sekitar Rp257 miliar.

#baca juga:BYD Luncurkan Song Ultra EV, Mobil Listrik dengan Pengisian Super Cepat di Bawah 10 Menit

#baca juga:Honda Siapkan Mobil Listrik Baru di Indonesia, NJKB Tercatat Rp257 Juta

#baca juga:FDB Nilai Penggunaan Mobil Listrik Gubernur Kaltim Sejalan Kebijakan Transisi Energi

#baca juga:KEJUTAN Otomotif Januari 2026! Kijang Innova Kembali Rajai Penjualan, Mobil Listrik dan LCGC Beri Kejutan!

Tak hanya itu, dealer juga mengklaim dipaksa menyerap lebih dari 1.000 unit mobil dengan total nilai mencapai 700 juta baht (sekitar Rp360 miliar). Situasi makin rumit setelah harga pasar tiba-tiba dipangkas oleh perusahaan induk, membuat harga jual lebih rendah dari harga beli.

Harga Neta V-II Anjlok Drastis

Salah satu model yang terdampak adalah Neta V-II.

Harga normal: 569.000 baht (sekitar Rp293 juta)
Harga diskon: 299.000 baht (sekitar Rp150 jutaan)

Namun perlu dicatat, penjualan dengan harga miring ini dilakukan tanpa garansi resmi, yang tentu menjadi pertimbangan penting bagi calon pembeli.

Tetap Layak, Tapi Berisiko

Meski dijual rugi, pihak dealer menyebut mobil-mobil tersebut masih dalam kondisi layak pakai dan relatif mudah diperbaiki. Di tengah tingginya harga BBM di Thailand, mobil listrik murah ini bahkan dianggap bisa jadi solusi alternatif.

Dampak ke Indonesia: Neta Sedang Restrukturisasi

Di Indonesia, situasi Neta juga tengah mengalami perubahan. Perusahaan induknya, Hozon Auto, sedang menjalani proses restrukturisasi sejak 2025 yang ditargetkan rampung pertengahan 2026.

Meski demikian, Neta Indonesia memastikan tetap beroperasi dan berkomitmen melayani konsumen dengan penyesuaian strategi bisnis.