JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Sekjen PP Muhamadiyah Abdul Mukti menolak jabatan Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), karena alasan ini.
Dalam pernyataan yang diunggah di Mensos, WA dan twitter, Abdul Mukti mengatakan penyebab dirinya tak bersedia menjadi wakil menteri (Wamen) karena tak punya kemampuan.
Salah satu alasanya setelah direnungkan dirinya tahu diri bahwa tak punya kemampuan untuk menduduki jabatan itu, tulis Mukti di akun twitternya @Abe_Mukti, Rabu (23/12/2021).
Di balik cerita mengenai pengangkatan enam posisi menteri baru dalam Kabinet Jokowi-Maruf Amin, periode 2019-2024 ternyata menyisakan satu kisah menarik.
BACA JUGA :
Reshuffle Kabinet, Sandi, Risma, Yaqut, Budi, Lutfi, Satrio Masuk, Terawan-Wishnu Out!
Hal terungkap setelah Sekjen PP Muhammadiyah Prof DR Abdul Mukti tidak bersedia mengemban jabatan sebagai salah satu wakil menteri di kabinet seiring dengan terjadinya pergantian menteri tersebut.
Setelah melalui berbagai pertimbangan, saya memutuskan untuk tidak bergabung dalam Kabinet Indonesia Maju dalam jabatan wakil menteri. pic.twitter.com/HaQjNWdBWg
— Abdul Mu'ti (@Abe_Mukti) December 23, 2020
Dilansir dari republika.co.id, terkait hal itu Muki pun sudah memberikan klarikasinya dengan menuliskan sikap ketidaksedian mengemban jabatan wakil menteri itu di media sosial. Sikapnya ini kemudian tersebar di WA grup dan Twitter.
Abdul Mukti pun sudah menyatakan itu memang tulisannya.”Benar itu tulisan saya,” kata Mu’ti kepada Republika.co.id (Rabu, 23/12).
Dalam pernyataan di Mensos Mu’ti mengatakan penyebab dirinya tak bersedia menjadi wakil menteri. Salah satu alasanya setelah direnungkan dirinya tahu diri bahwa tak punya kemampuan untuk menduduki jabatan itu.
”Saya merasa tidak akan mampu mengemban amanat yang sangat berat itu. Saya bukanlah figur yang tepat untuk amanah tersebut,” katanya.










