“Tim SAR gabungan temukan dua korban longsor lainnya dalam keadaan meninggal dunia,” kata Kepala Basarnas Bandung Deden Ridwansyah dalam keterangan tertulis, Minggu (10/1/2021), sebagaimana dilansir dari CNNIndonesia.com
Pertama Tim SAR gabungan menemukan korban meninggal dunia laki-laki sekitar pukul 09.30 WIB. Lalu korban kedua yang juga laki-laki ditemukan sekitar pukul 12.55 WIB.
Dengan demikian, lanjut Deden, sudah ada 13 korban meninggal dunia akibat longsor hingga pukul 13.00 WIB.
BACA JUGA : Tim SAR Serahkan 5 Kantong Bagian Tubuh Korban Sriwijaya Air yang Jatuh di Kepulauan Seribu ke Posko
Hingga saat ini tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap korban longsor di Sumedang, Jawa Barat.
Sebelumnya, Juru Bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Raditya Jati mengatakan dalam catatan saat ini ada 11 orang korban tewas dan 18 luka-luka akibat longsor tersebut.

“Dari jumlah meninggal, Danramil Kecamatan Cimanggung Kapt Inf Setio Pribadi dan Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sumedang turut menjadi korban,” kata Raditya, Minggu (10/1).
Raditya menyatakan Kabupaten Sumedang termasuk wilayah dengan potensi bahaya tanah longsor dengan kategori sedang hingga tinggi. Berdasarkan analisis InaRISK, sebanyak 26 kecamatan teridentifikasi berpotensi bahaya dengan kategori tersebut, sedangkan luas bahaya sekitar 60.872 hektar.
Lihat juga: Keluarga Pertanyakan Pergantian Penerbangan Nam-Air ke SJ 182
BNPB berharap masyarakat dapat tetap waspada dan siaga dalam mengantisipasi dampak bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor maupun angin kencang.
Penulis : Elpia Achmad
Editor : Elpianur Achmad









