“Tadi pagi saya telah mengirimkan surat resmi Kepada yang terhormat Bapak Presiden Joko Widodo untuk mendapatkan konfirmasi dan klarifikasi dari beliau terkait kebenaran berita yang kami dapatkan,” kata Agus.
Agus merinci manuver ini diinisiasi oleh lima orang kader dan eks kader Partai Demokrat.
Mereka di vantaranya satu kader Demokrat aktif, satu kader yang sudah enam tahun tak aktif, satu mantan kader yang diberhentikan sejak 9 tahun lalu akibat korupsi.
BACA JUGA :
Presiden Jokowi Tertawa Usai Disuntik Vaksin Covid-19 : Gak Terasa Sama Sekali!
“Dan satu mantan kader dari berhenti dari partai tiga tahun. Sedangkan non kader partai adalah seorang pejabat tinggi pemerintahan, yang sekali lagi, sedangkan dimintakan konfirmasi dan klarifikasi kepada Presiden Joko Widodo,” kata Agus.
Sebelum AHY mengungkap adanya upaya gerakan ambil alih ‘kudeta’ Partai Demokrat yang didukung oleh lingkaran kekuasaan Jokowi, informasi tentang adanya upaya pengambilahan PD untuk kepentingan Pilpres 2024 telah beredar di akun twitter OrangDalamIstana lewat @DalamIstana.
Dalam cuitannya pada 31 Januari 2021, @DalamIstana memuat thread berjudul: “Permufakatan Jahat Kakak Pembina, Upaya Makar di Demokrat”. Pada awal cuitannya @DalamIstana minta agar informasi ini dicerna baik-baik. Dia juga secara jelas menulis siapa elit penguasa di balik upaya makar kepada AHY di Demokrat.

𝐎𝐩𝐞𝐫𝐚𝐬𝐢 𝐌𝐚𝐤𝐚𝐫 𝐓𝐞𝐫𝐡𝐚𝐝𝐚𝐩 𝐀𝐇𝐘
Pada bagian tengah threadnya @DalamIstana menulis : “Hari ini operasi masif sedang digencarkan. Sejak dua minggu terakhir, saban pagi selalu muncul tagar di Twitter yang mengasosiasikan Demokrat dengan kadrun. Serangan ini ditujukan kepada SBY.
Jalan “nasionalis-religius” yang dibentangkan SBY dituding antipancasila. Benar-benar Narasi Nabrak Nalar.










