Pasalnya, PDIP yang mengaku pancasialis justru tegak bersama rezim yang gagal menangani pandemi, membikin perekonomian hancur, dan menarik utang secara ugal-ugalan. Bahkan, bansos Covid-19 pun tega mereka korupsi.
Ada pula Narasi Nabrak Nalar soal AHY gagal memimpin Demokrat. Padahal, Demokrat justru makin bersinar pada era kepemimpinan AHY. Tren elektabilitas Demokrat naik terus. Bahkan sejumlah lembaga survei mencatat elektabilitas Demokrat ada di peringkat tiga, setelah PDIP dan Golkar.
Pencapaian Demokrat dalam Pilkada 2020 juga melebihi Pilkada 2018. Terakhir, nama AHY selalu masuk lima besar calon pemimpin masa depan dalam berbagai survei. Hanya Prabowo dan AHY, yang berstatus ketua umum Parpol, yang masuk bursa lima besar itu.
Serangan darat lebih jahat lagi. Ini bentuk eksekusi nyata untuk makar terhadap kepemimpinan AHY yang sah di Demokrat. Gagal mendorong Subur Sembiring cs, elite penguasa mencari pion baru.
Muncul Nazarudin, koruptor besar yang sempat membikin Demokrat terpuruk.
๐๐ฎ๐ฑ๐ถ ๐ฝ๐ฎ๐ต๐ฎ๐บ ๐ธ๐ฎ๐ป ๐ธ๐ฒ๐ป๐ฎ๐ฝ๐ฎ ๐ฝ๐ฒ๐บ๐ฏ๐ฒ๐ฏ๐ฎ๐๐ฎ๐ป ๐ก๐ฎ๐๐ฎ๐ฟ๐๐ฑ๐ฑ๐ถ๐ป ๐ฏ๐ถ๐๐ฎ ๐ฑ๐ถ๐ฝ๐ฒ๐ฟ๐ฐ๐ฒ๐ฝ๐ฎ๐ ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐บ๐ฒ๐ฑ๐ถ๐ฎ ๐บ๐ฎ๐๐๐ฎ ๐ฐ๐ฒ๐ป๐ฑ๐ฒ๐ฟ๐๐ป๐ด ๐๐ฒ๐ป๐๐ฎ๐ฝ. !!!!
Baru-baru ini barisan Nazarudin cs mengundang sejumlah Ketua DPC Demokrat ke Jakarta. Ada pula yang didatangi langsung ke daerah. Para Ketua DPC Demokrat ini diiming-imingi uang dan jabatan. Dibujuk-rayu untuk makar terhadap AHY.
Narasi yang dibangun adalah, lagi-lagi, AHY gagal memimpin Demokrat.
Namun, elite penguasa keliru jika menilai Demokrat seperti sejumlah parpol yang sukses mereka percundangi. Bujuk rayu itu gagal total. Pengurus dan kader Partai Demokrat bukan hanya solid mendukung AHY, melainkan marah besar atas permufakatan jahat itu.
Saking marahnya sampai-sampai soal internal Demokrat ini bocor ke luar.
saya menangkap sinyal itu. makanya saya coba jabarkan apa yang terjadi. itung2 rasa kekecewaan saya sedikit terbalaskan”
Penulis : Elpian Achmad
Editor : Elpianur Achmad










