Dilansir dari jpnn, SBY lantas menyebut terdapat pihak yang membeli Demokrat ketika GPK PD berhasil.
Namun, SBY tidak memerinci sosok pembeli. Dia hanya menjelaskan partai berada pada masa kegelapan ketika GPK PD berhasil.
“Pada kesempatan ini, bagi orang luar yang punya ambisi untuk merebut dan membeli partai Demokrat, saya katakan dengan tegas dan jelas, partai Demokrat not for sale,” kata SBY.
“Partai kami bukan untuk diperjualbelikan, meskipun Demokrat bukan partai yang kaya raya dari segi materi. Kami tidak tergiur dengan uang anda berapa pun besarnya,” beber dia.
BACA JUGA :
AHY Bongkar Gerakan Ambil Paksa Partai Demokrat Libatkan Mantan Kader dan Lingkaran Jokowi
SBY juga menbenarkan pandangan Partai Demokrat yang berbeda dengan pemerintah setelah Mensesneg menyatakan GPK-PD hanya persoalan internal.
“Dari segi logika & akal sehat, laporan & kesaksian dari sejumlah kader Partai Demokrat yang merasa dijebak, termasuk keterlibatan aktif dan langsung dari Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko nyata sekali geraka pendongkelan kepemimpinan Partai Demokrat itu bukan hanya masalah internal. Tetapi ada pelibatan unsur eksternal.
“Dan unsur eksternal itu paling tidak adalah seorang pejabat penting di pemerintahan,” sebut SBY.

Gerakan Kudeta Partai Demokrat
Sebelumnya, Agus Harimurti Yudhoyono membongkar adanya gerakan politik untuk mengambil alih secara paksa kepemimpinan PD yang dilakukan mantan kader dan diduga melibatkan pejabat lingkaran kekuasaan Presiden Jokowi.
“Ada gerakan politik yang mengarah pada upaya mengambil alih kepemimpinan Partai Demokrat secara paksa yang tentu mengancam kedaulatan dan eksistensi Partai Demokrat,” kata AHY dalam konferensi pers di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Senin (1/2/2021).










