Zainal menyebut bila nantinya Nurdin terbukti dinyatakan menjadi tersangka, maka Perkumpulan Bung Hatta Anti Corruption Award (BHACA) akan mencabut penghargaan yang pernah diberikan pada 2017 lalu.
“BHACA akan ketemu (untuk membicarakan hal tersebut). Sebab, ketika dia (Nurdin) menerima penghargaan itu, dia juga sudah meneken dokumen pakta bila ia terbukti melakukan korupsi, maka penghargaannya akan ditarik,” tutur pria yang juga menjadi pengajar di Universitas Gadjah Mada itu.
BACA JUGA :
KPK Benarkan Tangkap Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah Terkait Dugaan Korupsi
Pada 2017 lalu, Nurdin menerima penghargaan itu bersama Heru Pambudi yang ketika itu menjabat sebagai Dirjen Bea dan Cukai.

Menurut Zainal, semua calon penerima BHACA sudah melalui proses seleksi yang ketat. Selain berdasarkan data di atas kertas, mereka juga sudah melakukan penelusuran rekam jejak.
“Ke depan, kami akan lebih selektif dalam memberikan penghargaan BHACA ini. Selain angka-angka di atas, kami juga sudah riset ke daerahnya. BHACA kan sampai menurunkan tim riset,” ujarnya.
BHACA kata Zainal juga menerima masukan masyarakat soal calon-calon yang akan diberi penghargaan. Itu sebabnya dari puluhan calon banyak yang kemudian akhirnya gugur. Pada 2017, selain Zainal ada pula Endy M. Bayuni, Bivitri Susanti, Betti Alisjahbana dan Paulus Agung Pambudhi sebagai anggota dewan juri.
BACA JUGA :
Respons Moeldoko ke SBY yang Sebut Namanya dalam Isu Kudeta Demokrat: Jangan Menekan-nekan Saya!
Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan operasi tangkap tangan (OTT) Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, Jumat (26/2/2021) malam.
Nurdin dan lima orang rekannya yang kena OTT KPK diterbangkan ke Jakarta, Sabtu (27/2/2021) pagi lewat Bandara Internasional Sultan Hasanuddin dengan jadwal penerbangan pukul 07.00 Wita.
Saat ini Gubernur Nurdin Abdullah telah tiba di Jakarta untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan di KPK.
“Iya yang bersangkutan baru tiba di Soetta untuk selanjutnya dibawa ke gedung KPK,” ujar Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron kepada wartawan, Sabtu (27/2/2021), sebagaimana dilansir dari detikcom.
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah kena OTT KPK terkait kasus dugaan korupsi,Jumat 26 Februari 2021. (foto: sulselprov.go.id)
Informasi yang dihimpun Nurdin diamankan bersama seorang pengusaha. Selain itu ada, 4 orang bawahannya yang turut diamankan tim KPK.
OTT KPK terhadap Nurdin digelar pada Jumat (26/2/2021) malam, pukul 23.40 WIB. Ada duit miliaran yang diamankan.
Penulis : Elpian Achmad
Editor : Elpianur Achmad







