Ketua DPC PD Medan Burhanuddin Sitepu menilai, adanya aksi pelemparan botol dan pengusiran di lokasi KLB Partai Demokrat karena adanya pembiaran. Burhanuddin kemudian menyinggung lagi peran aktif pemerintah.
“Ini sepertinya ada pembiaran keributan, kerusuhan. Kalau pemerintah menyikapi persoalannya, proaktif menyikapinya, laksanakan tugasnya sesuai dengan fungsi dan tupoksinya, saya kira tidak ada masalah,” ujarnya.
BACA JUGA :
Kronologi Moeldoko Dipilih Jadi Ketum Demokrat Lewat Voting Berdiri di KLB, Lengserkan AHY
Burhanuddin di lokasi datang bersama dengan puluhan kader Partai Demokrat Sumut lainnya. Kedatangan mereka ke lokasi tak bisa membuka ruang dialog dengan kubu pro KLB.
“Karena situasi dan kondisinya sekarang ini tidak memungkinkan kita berbicara panjang, karena masyarakat sini kita juga tahu, jangan nanti orang-orang lain ini saya tahu orang Demokrat, ini saya sengaja saya tidak pakai atribut partai, karena sebagai tanggung jawab moral saya, kalau tahu apa yang sesungguhnya terjadi, mohon pengertian kawan-kawan,” katanya, sebagaimana dilansir dari detikcom.
Moedoko Jadi Ketum versi KLB
Dalam Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut) menetapkan Kepala KSP Moeldoko sebagai ketua umum, Agus Harimurti Yudhoyono dinyatakan demisioner.
“Pertama Dewan Pimpinan Pusat 2020-2021 yang diketahui AHY, dinyatakan demisioner,” ujar Jhoni Allen, Jumat (5/3/2021), sebagaimana dikutip dari Republika.co.id.
Hasil KLB, AHY tidak lagi menjabat ketua umum Partai Demokrat. Adapun mantan sekretaris jenderal Partai Demokrat, Marzuki Alie ditetapkan sebagai Ketua Dewan Pembina.
“Partai Demokrat menimbang dan memperhatikan bahwa putusan menetapkan pertama, dari dua calon, atas voting berdiri, maka pak Moeldoko ditetapkan menjadi ketua umum Partai Demokrat periode 2021-2026,” ujar Jhoni.
Penulis : Elpian Achmad
Editor : Elpianur Achmad










