Menurut anggota DPRD dari Fraksi PDIP tersebut, salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya kemacetan hingga berjam-jam adalah karena kurangnya aparat pengatur lalu lintas baik dari kepolisian, dinas perhubungan Batola dan Banjarmasin ataupun dari Provinsi Kalsel.
“Saya melihat terjadinya kemacatan berjam-jam, lebih karena kita masih kekurangan aparat di lapangan yang bertugas membantu mengurai kemacatan di Handil Bakti maupun di Jalan Cemara,” ujarnya.
Untuk mengatasi permasalahan kemacetan, titik kepadatan lalu lintas di Handil Bakti dan Jalan Cemara yang merupakan jalur menuju ke Banjarmasin, harus diurai agar lalu lintas lancar.
BACA JUGA : Komisi III DPRD Kalsel Diminta Tingkatkan Kualitas Aspal dan Bendungan Tabalong untuk Sambut IKN
“Apabila hanya titik kemacatan Handil Bakti yang kita urai, tanpa mengurai di Jalan Cemara itu juga sia-sia. Jika kita tidak mengurai di Cemara, Handil Bakti pasti terjadi antrean. Apalagi yang ke Banjarmasin selain warga Batola juga dari Kalteng pada akhir bulan sehinga terjadi kepadatan dan kemacetan yang luar biasa,” ujarnya.
Jadi permasalahnnya karena tidak adanya petugas di lapangan? Bukan tidak ada petugas, jawab Fahrian, tetapi jumlahnya kurang.

“Di lapangan ada sejumlah relawan warga yang membantu, tapi mereka hanya sebatas membantu di titik tertentu dan kemampuan mereka terbatas. Mereka juga kurang berpengaruh dibandingkan aparat. Kalau aparat berpakaian dinas, pengguna jalan biasanya mau lebih tertib,” katanya.
Untuk mencari solusi mengatasi permasalahan kemacetan di Handil Bakti dan Gampa Asahi, Batola, sambung Fahrin, Komisi III, dalam waktu dekat akan memanggil pihak terkait.










