PDIP Sesalkan Menteri Perdagangan Ngotot Impor Beras, Minta M Lutfi Contoh Kepemimpinan Jokowi

Terkait politik pangan, sebut Hasto, sikap PDI Perjuangan sangat jelas, jangan korbankan petani oleh kepentingan impor sesaat yang di dalamnya sarat dengan kepentingan pemburu rente.

“Basis kekuatan utama pemerintah adalah rakyat. Rakyat sebagai sumber legitimasi kekuasaan pemerintahan negara,” ujarnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Perdagangan M Lutfi sudah memutuskan impor beras satu juta ton menjelang masa panen raya.

BACA JUGA :
Susi Minta Presiden Jokowi Keluarkan Imbauan untuk Hentikan Ujaran Kebencian di Media Sosial

Selain beras, pemerintah juga berencana mengimpor garam sebanyak 3 ton pada tahun ini.

Rencana pemerintah mengimpor 1 juta ton beras di tengah panen raya padi di sejumlah daerah di Indonesia banyak mendapat penolakan.

Sidak Stok Beras. Direktur Utama Bulog Budi Waseso mengecek beras di gudang penyimpanan beras saat inspeksi mendadak ke gudang Bulog di Jakarta, terkait kecukupan beras menjelang Ramadhan dan Lebaran, Kamis (27/2/2020). ( foto: BeritaSatu/Mohammad Defrizal

Melansir CNNINdonesia, Gubernur Jawa Barat Kang Emil mengusulkan pemerintah membatalkan rencana impor 1 juta ton beras dan lebih baik menyerap beras dari petani yang sedang panen raya.

“Kalau tiba-tiba impor beras, bisa kebayang harganya kebanting,” katanya.

Senada, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga mempertanyakan alasan mendesak dari Kemenko Perekonomian dan Kemendag.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *