JAKARTA, Kalimantanlive.com – Polisi memastikan ledakan di depan Gereja Katedral Makassar, Minggu (23/3/2021) merupakan bom bunuh diri.
Dari hasil olah TKP awal, polisi pihaknya mendapati satu kendaraan roda dua jenis sepeda motor matic dengan nomor polisi DD 5984 MD yang digunakan oleh kedua pelaku.
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengatakan terdapat total 14 korban luka akibat ledakan di depan Gereja Katedral Makassar.
“Ada 14 korban yang sekarang masih dalam perawatan oleh dokter,” kata Argo saat konferensi pers terkait bom Makassar di Mabes Polri Minggu (28/3/2021), sebagaimana dikutip dari tayangan KompasTV .
BACA JUGA :
Video Detik-detik Ledakan di Gereja Katedral Makassar, Ada Motor dan Jenazah Hangus
BACA JUGA :
Ledakan di Gereja Katedral Makassar, Diduga Bom Bunuh Diri, Layar CCTV Tertutup Asap dan Bergetar Keras
Menurut Argo, keseluruhan korban tersebut telah dilarikan ke beberapa rumah sakit di wilayah Makassar, Sulawesi Selatan untuk mendapatkan perawatan medis.
Beberapa rumah sakit yang dijadikan rujukan untuk melakukan perawatan yakni RS Stella Maris, RS Akademisi dan RS Pelamonia Makassar.

Argo menyebut, keseluruhan korban mengalami luka yang didominasi di sekitaran kaki, tangan, kepala dan perut.
Mereka terluka karena terkena percikan dari ledakan bom yang terjadi sekitar 10.20 Wita tersebut.
Dari hasil olah TKP awal di tempat kejadin, lanjut Argo, pihaknya mendapati satu kendaraan roda dua jenis sepeda motor matic dengan nomor polisi DD 5984 MD yang digunakan oleh kedua pelaku.










